47 RT dan 23 Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir, BPBD Imbau Warga Waspada
Hingga Minggu sore, 47 RT dan 23 ruas jalan di Ibu Kota masih terendam Banjir Jakarta akibat curah hujan tinggi. BPBD DKI mengimbau warga tetap waspada dan menghubungi layanan darurat.
Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Ibu Kota Jakarta hingga Minggu sore, 18 Januari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan 47 rukun tetangga (RT) dan 23 ruas jalan masih tergenang air akibat curah hujan tinggi yang melanda Jakarta dan sekitarnya.
Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, data per pukul 15.00 WIB menunjukkan bahwa banjir tersebar di beberapa kota administrasi. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 100 sentimeter di beberapa titik. Sejumlah warga juga dilaporkan harus mengungsi akibat dampak Banjir Jakarta ini.
BPBD DKI Jakarta terus memantau situasi dan mengkoordinasikan upaya penanganan di lapangan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan. Layanan darurat Jakarta Siaga 112 juga disiagakan selama 24 jam untuk membantu warga yang membutuhkan.
Sebaran Banjir Jakarta di Berbagai Wilayah Ibu Kota
Hingga Minggu sore, 21 RT di Jakarta Barat terendam banjir dengan ketinggian 10-50 cm, 13 RT di Jakarta Pusat (30 cm), tiga RT di Jakarta Timur (10-90 cm), dan lima RT di Jakarta Utara (20-45 cm). Ketinggian air tertinggi di Jakarta Barat mencapai 20-50 cm di delapan RT Kelurahan Kedaung Kali Angke.
Selain itu, 23 ruas jalan juga masih terendam banjir. Dua jalan di Jakarta Pusat terendam 15-30 cm, 14 jalan di Jakarta Utara 10-100 cm, dan tujuh ruas jalan di Jakarta Barat 10-50 cm. Jalan Muara Baru (Depan Apartemen Pluit Se View) dan Jalan Kalibaru Barat II di Jakarta Utara termasuk yang terdampak signifikan dengan ketinggian 30-100 cm.
Di Jakarta Pusat, Jalan Ruko Cempaka Mas terendam setinggi 30 cm. Sementara itu, di Jakarta Barat, Jalan Benda Raya, Jalan Outer Ringroad, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Taman Sari Raya juga terendam dengan ketinggian 30-50 cm. Kondisi ini menunjukkan sebaran Banjir Jakarta yang cukup luas.
Dampak Banjir dan Upaya Penanganan dari BPBD DKI
Akibat Banjir Jakarta, sejumlah warga Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, harus mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi. Sebanyak 8 KK atau 14 jiwa mengungsi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Alur Anggrek, dan 4 KK atau 10 jiwa lainnya di Mesjid Istiqomah.
Namun, beberapa wilayah juga menunjukkan tanda-tanda surut. Di Jakarta Barat, tiga RT di Kelurahan Duri Kepa, satu RT di Kelurahan Jembatan Lima, satu RT di Kelurahan Rawa Buaya, dan dua RT di Kelurahan Pegadungan mulai surut. Jakarta Utara mencatat satu RT di Kelurahan Kapuk Muara dan satu RT di Kelurahan Ancol yang sudah surut.
Di Jakarta Timur, empat RT di Kelurahan Kampung Melayu juga telah mulai surut. Beberapa ruas jalan penting juga menunjukkan perbaikan. Empat jalan di Jakarta Pusat, termasuk Jalan Industri VI dan Underpass Senen, telah surut.
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Mereka berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan. Upaya ini juga memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama lurah dan camat setempat, serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.
Imbauan Waspada dan Layanan Darurat Banjir Jakarta
Mohamad Yohan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi Banjir Jakarta lanjutan. Curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi, sehingga kesiapsiagaan sangat diperlukan.
Jika situasi darurat terjadi, warga dapat segera menghubungi layanan Jakarta Siaga 112. Layanan ini beroperasi selama 24 jam dan gratis, siap memberikan bantuan serta informasi yang dibutuhkan.
BPBD DKI Jakarta menargetkan agar banjir dapat surut dalam waktu cepat melalui berbagai upaya penanganan yang terkoordinasi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadapi dan mengatasi dampak Banjir Jakarta.
Sumber: AntaraNews