BRI Incar Transaksi Rp50 Miliar dari Ajang BRI UMKM EXPORT 2025
Pada BRI UMKM EXPO(RT) 2025 melibatkan 1.000 UMKM terpilih dalam lima kategori utama, yaitu Home Decor & Craft (153 UMKM) dan lainnya.
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menggelar BRI UMKM EXPO(RT) 2025 di Ice BSD, Tangerang pada 30 Januari sampai 2 Februari 2025. Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar lokal, sekaligus membuka peluang bisnis baru di pasar internasional.
"Tahun ini, BRI UMKM EXPO (RT) 2025 mengusung tema 'Broadening MSME's Global Outreach', yang berarti upaya untuk mendorong UMKM agar lebih terlibat dalam pasar internasional," kata Director of Commercial, Small and Medium Business BRI, Amam Sukriyanto dalam acara Konferensi Pers BRI UMKM EXPO(RT) 2025 di Menara BRIlian, Jakarta, Jumat (24/1).
Amam menyebutkan, gelaran BRI UMKM EXPO (RT) 2025 sebagai komitmen nyata untuk membantu pengembangan bisnis UMKM. Dia menargetkan total transaksi hingga Rp50 miliar dalam gelaran ajang tahunan untuk kelima kalinya tersebut.
"Maka target Rp50 miliar transaksi khusus hanya untuk pameran," tegasnya.
Pada BRI UMKM EXPO(RT) 2025 melibatkan 1.000 UMKM terpilih dalam lima kategori utama, yaitu Home Decor & Craft (153 UMKM), Food & Beverage (358 UMKM), Accessories & Beauty (181 UMKM), Fashion & Wastra (273 UMKM), dan Healthcare & Wellness (35 UMKM).
Proses kurasi ini melalui tiga tahap kurasi seleksi administrasi, kurasi data oleh para ahli, dan kurasi sampel produk selama satu bulan (4 November - 7 Desember 2024).
"Proses ini memastikan hanya produk berkualitas yang lolos dan siap bersaing di pasar global," tegasnya.
Kredit UMKM BRI Tembus Rp1.105,70 Triliun Akhir Triwulan III-2024
Hingga akhir Triwulan III-2024, BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp1.353,36 triliun atau tumbuh 8,21 persen secara year on year (yoy). Dari total penyaluran kredit tersebut, 81,70 persen diantaranya atau sekitar Rp1.105,70 triliun merupakan kredit kepada segmen UMKM.
Direktur Utama BRI, Sunarso mengungkapkan dukungan BRI kepada segmen UMKM menjadi prioritas utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Dia mengungkapkan bahwa perseroan telah memiliki strategi dalam memberdayakan UMKM sehingga layak dilirik oleh perbankan dan mendapatkan pembiayaan.
"Sesungguhnya UMKM kita itu lebih membutuhkan edukasi daripada advokasi. Kenapa demikian? Kalau advokasi sebenarnya menempatkan UMKM di bawah. Di bawah bank, di bawah lembaga pembiayaan. Kalau diedukasi sebenarnya menempatkan UMKM sejajar dengan bank sebagai mitra,” ujar Sunarso.