Trik Memproteksi Diri Sebelum Idap 4 Penyakit Kronis Ini
Penyakit jantung, stroke, kanker, dan ginjal menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia, dengan pencegahan dan deteksi dini yang sangat penting.
Penyakit kronis menjadi salah satu perhatian utama masyarakat Indonesia, dengan data menunjukkan bahwa penyakit jantung (40%), stroke (35%), kanker (22%), dan penyakit ginjal (17%) menjadi yang paling dikhawatirkan. Keprihatinan ini mencerminkan tingginya angka kematian dan dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh penyakit-penyakit tersebut.
Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia, termasuk di Indonesia. Angka kematian akibat penyakit kardiovaskular di Indonesia sangat tinggi, mencapai ratusan ribu per tahun. Biaya pengobatannya juga sangat besar, menghabiskan sebagian besar anggaran kesehatan. Faktor risiko utama penyakit jantung meliputi gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, pola makan tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk pencegahan dan pengobatan yang efektif.
Program CERDIK (Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet gizi seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres) disarankan untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Dengan melakukan deteksi dini, masyarakat dapat mengidentifikasi masalah kesehatan sejak awal dan mengambil langkah-langkah preventif yang diperlukan.
Penyakit Stroke: Ancaman Kecacatan dan Kematian
Stroke adalah penyebab utama kecacatan dan kematian nomor dua di dunia, termasuk di Indonesia. Persentase kematian akibat stroke di Indonesia cukup tinggi. Sekitar 90% kasus stroke dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dislipidemia, dan pola makan tidak sehat. Aktivitas fisik minimal 30 menit, lima kali seminggu, dapat menurunkan risiko stroke hingga 25%. Oleh karena itu, penting untuk melakukan deteksi dini agar dapat mengurangi kerusakan otak dan komplikasi yang mungkin terjadi.
Untuk mengurangi risiko stroke, masyarakat disarankan untuk menghindari stres dan mengontrol konsumsi alkohol. Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin juga perlu dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan dan mendeteksi masalah sejak dini.
Kanker: Penyakit Mematikan yang Perlu Diwaspadai
Kanker menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia dan di Indonesia, di mana kanker payudara adalah jenis kanker dengan kasus baru tertinggi, diikuti oleh kanker leher rahim dan kanker paru-paru. Angka kematian akibat kanker di Indonesia juga sangat tinggi. Faktor risiko kanker meliputi faktor genetik, pola hidup tidak sehat, serta paparan lingkungan. Deteksi dini sangat penting karena kanker umumnya tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko kanker. Masyarakat perlu menyadari pentingnya menjalani pemeriksaan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker.
Penyakit Ginjal: Ancaman yang Sering Diabaikan
Penyakit ginjal menjadi penyebab kematian ke-10 di Indonesia, dengan lebih dari 42.000 kematian per tahun. Jumlah penderita penyakit ginjal kronis di Indonesia juga sangat tinggi, mencapai ratusan ribu. Biaya pengobatan, terutama dialisis, sangat mahal. Faktor risiko utama penyakit ginjal meliputi hipertensi, diabetes, dan radang ginjal. Pencegahan dini sangat penting karena penyakit ginjal kronis bersifat progresif dan tidak dapat disembuhkan.
Pengendalian tekanan darah dan gula darah sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran mengenai gejala awal penyakit ginjal agar dapat melakukan tindakan pencegahan yang tepat.
Keempat penyakit ini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Pencegahan melalui perubahan gaya hidup sehat, deteksi dini, dan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai sangat penting untuk mengurangi beban penyakit ini. Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai faktor risiko dan gejala awal dari masing-masing penyakit juga sangat krusial.
Dengan lebih dari 600 ribu kematian akibat penyakit jantung, stroke, kanker, dan penyakit ginjal, tindakan preventif dan edukasi kesehatan menjadi prioritas utama. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Proteksi Diri
Manulife Indonesia dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) kini meluncurkan Proteksi Prima Kritis Andalan (PPKA), produk asuransi terbaru melalui kerja sama bancassurance mereka untuk memberikan perlindungan finansial bagi masyarakat Indonesia sebagai hasil kemitraan bancassurance.
Produk asuransi tradisional ini menawarkan perlindungan komprehensif terhadap penyakit kritis utama seperti jantung, stroke, kanker, dan gagal ginjal dengan kemudahaan proses underwriting yang mempermudah pengalaman nasabah.
Produk ini juga memberikan ketenangan pikiran bagi nasabah Manulife dengan fitur premi pasti kembali untuk keadaan tertentu, membantu kesiapan nasabah menghadapi tantangan kesehatan di masa depan serta dampak finansial yang sering kali timbul akibat penyakit-penyakit tersebut.
PPKA menyediakan perlindungan terhadap empat penyakit kritis yang paling umum di Indonesia, sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan yaitu kanker, jantung, stroke, dan gagal ginjal . Proses underwriting yang sederhana (Simplified Issue Offer) memastikan nasabah dapat mengakses pertanggungan dengan cepat dan mudah untuk penyakit-penyakit berisiko tinggi ini.
Nasabah akan mendapatkan perlindungan ganda berupa, uang pertanggungan dan pengembalian total premi yang telah dibayarkan (dengan syarat tertentu) jika terdiagnosa salah satu dari empat penyakit tersebut. Tidak terbatas oleh penyakit kritis di atas, produk ini memberikan manfaat perlindungan tambahan (safety-net), jika nasabah dirawat di ICU selama minimal 5 hari atau menjalani tindakan angioplasti.
“Manulife Indonesia dan Bank Danamon berkomitmen untuk mendengarkan kebutuhan nasabah. Peluncuran Proteksi Prima Kritis Andalan (PPKA) menawarkan perlindungan komprehensif untuk membantu nasabah menghadapi tantangan kesehatan yang serius dan mengurangi tekanan finansial. Selain itu, merayakan 40 tahun kehadiran kami di Indonesia, Manulife senantiasa berkomitmen untuk terus mendampingi nasabah dengan solusi yang inovatif dan terpercaya” kata Novita Rumngangun, Wakil Presiden Direktur & Deputy CEO Manulife Indonesia.