Pria Bangkalan Ini Diterima Lemhanas tanpa Tes, Kini Perwira Tinggi TNI AD Dipercaya Jadi Kaskostrad
Namanya dikenal banyak orang berkat misi mengejar sisa-sisa anggota Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) Poso, Ali Kalora cs
Namanya dikenal banyak orang berkat misi mengejar sisa-sisa anggota Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) Poso, Ali Kalora cs
Pria Bangkalan Ini Diterima Lemhanas tanpa Tes, Kini Perwira Tinggi TNI AD Dipercaya Jadi Kaskostrad
Mayjen Farid Makruf punya rekam jejak panjang di dunia militer. Kapasitas pria kelahiran Bangkalan, Jawa Timur pada 6 Juli 1969 ini begitu mumpuni hingga ia dipercaya jadi Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kaskostrad).
Pendidikan Militer
Farid kini berstatus sebagai Perwira Tinggi TNI AD merupakan lulusan Akademi Militer (1991). Ia kemudian menerima pendidikan militer melalui Sesarcabif, Dik PARA, Komando, Diklapa I, Diklapa II, Seskoad (2005), Sesko TNI, hingga Lemhannas (2019).
Selain pendidikan militer, Farid Makruf memperoleh gelar Master dalam bidang Security Study di University of Hull, Inggris pada 1998 silam.
Pengalaman
Pada 2003-2004, Farid Makruf yang saat itu masih berpangkat Kapten ditugaskan bergabung dengan UNAMSIL (United Nation Mission in Sierra Leone). Misi ini dibentuk Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak Oktober 1999 bertugas membantu pelaksanaan Kesepakatan Perdamaian Lomé, perjanjian yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang saudara Sierra Leone.
Masuk Lemhanas tanpa Tes
Pada tahun 2018, Farid Makruf yang berpangkat Kolonel ditunjuk jadi Komandan Satuan Tugas Komando Satgas Gabungan Terpadu (Dansatgas Kogasgabpad) Operasi Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi Wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ia berhasil membuat sistem bantuan pemerintah berupa rumah senilai Rp50 juta per unit. Saat itu, ia berhasil membangun 47 ribu rumah di Lombok. Berkat peran besarnya, Farid diterima Lemhanas tanpa tes. Ia menyelesaikan pendidikan di Lemhanas pada tahun 2019.
Mulai Dikenal Publik
Nama Farid mulai melambung saat ia menjabat Komandan Korem 132/Tadulako yang berada di bawah naungan Kodam XIII/Merdeka.
Ia turun langsung ke lapangan untuk memburu sisa-sisa anggota Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) Poso, mengejar Ali Kalora cs.
Nostalgia
Farid cukup aktif mengunggah kegiatannya di media sosial Instagram @faridmakrufma. Salah satu unggahannya yang mencuri perhatian adalah saat ia memajang beberapa foto dirinya masih muda.
Farid menceritakan, selama anggota Kopassus dirinya menjalani latihan fisik dan mental secara intensif. Mulai dari strategi militer, taktik pertempuran, berlari jarak jauh, mengangkat beban berat, berenang dalam kondisi sulit, dan masih banyak lagi.