Prajurit TNI Korem 011/Lilawangsa bersama Kodim 0103/Aceh Utara telah merampungkan pembangunan kembali balai pengajian. Balai ini berlokasi di Dayah Miftahul Jannah, Desa Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Fasilitas tersebut membina ratusan anak yatim dan piatu.
Pembangunan ini merupakan respons cepat pascabencana yang merusak sarana vital tersebut. Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, menyerahkan langsung bangunan baru kepada Pimpinan Yayasan Hj Cut Rosnah. Acara penyerahan berlangsung di Aceh Utara pada Sabtu (13/6).
Brigjen Ali Imran menekankan pentingnya balai pengajian sebagai sarana belajar agama bagi anak-anak. Kehadiran TNI diharapkan menjadi solusi nyata di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi musibah. Pembangunan ini memastikan pendidikan anak yatim tidak terhenti.
Advertisement
Advertisement
TNI Hadir sebagai Solusi, Bangun Kembali Balai Pengajian
Prajurit TNI Korem 011/Lilawangsa dan Kodim 0103/Aceh Utara tidak hanya menyediakan material bangunan. Mereka juga mengerahkan sejumlah personel untuk bergotong royong bersama warga setempat. Upaya ini bertujuan mempercepat proses pembangunan fisik balai pengajian.
Brigjen Ali Imran menegaskan bahwa kehadiran TNI harus menjadi solusi konkret bagi masyarakat. Terutama dalam menghadapi musibah bencana alam atau pascabencana yang terjadi. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen TNI terhadap kesejahteraan publik.
Pembangunan kembali fasilitas ini diharapkan dapat memberikan tempat yang lebih layak dan nyaman. Sarana pendidikan agama bagi anak-anak yatim di Dayah Miftahul Jannah kini dapat berfungsi optimal. TNI Bangun Balai Pengajian Aceh Utara merupakan bukti nyata kepedulian.
Advertisement
Advertisement
Bantuan Komprehensif TNI AD untuk Kenyamanan dan Hak Warga
Selain pembangunan fisik balai pengajian, TNI AD juga memberikan sejumlah bantuan penunjang. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan beribadah dan mendukung aktivitas belajar. Ini termasuk satu paket pengeras suara (sound system) dan ambal/karpet salat.
Untuk keperluan memasak, TNI AD turut menyumbangkan wajan besar. Selain itu, dalam upaya pemenuhan hak administrasi warga, TNI bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Aceh Utara. Mereka memfasilitasi pembuatan 50 akta kelahiran dan dua akta kematian secara gratis.
Bantuan ini secara khusus ditujukan bagi anak yatim dan warga sekitar yang membutuhkan. Inisiatif ini menunjukkan pendekatan holistik TNI dalam membantu masyarakat. Mereka tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada kebutuhan dasar lainnya.
Advertisement
Advertisement
Yayasan Miftahul Jannah Apresiasi Kepedulian TNI AD
Pimpinan Yayasan Miftahul Jannah, Hj Cut Rosnah, mengungkapkan rasa terharu dan terima kasihnya. Ia mengapresiasi kepedulian jajaran TNI AD yang telah membantu pembangunan kembali balai pengajian. Fasilitas ini kini dapat digunakan kembali oleh para santri.
Cut Rosnah menjelaskan bahwa balai pengajian ini memiliki peran yang sangat vital. Tempat ini menjadi pusat pendidikan agama Islam bagi ratusan santri dan santriwati. Mereka adalah anak yatim maupun piatu tingkat SMP dan SMA.
Aktivitas belajar rutin, baik pengajian siang hari maupun belajar malam, akan kembali berjalan. "Ini adalah takdir Allah SWT melalui hamba-hambanya, yaitu Pak Danrem Lilawangsa, Pak Dandim Aceh Utara, beserta seluruh anggotanya, balai yang indah ini bisa berdiri kembali," ujar Cut Rosnah.
Advertisement
Advertisement
TNI AD Wujudkan Komitmen Sosial Melalui Lomba Karya Bhakti
Aksi tanggap darurat dan rekonstruksi oleh Korem 011/Lilawangsa ini merupakan bagian dari program sosial nasional. Program tersebut adalah Lomba Karya Bhakti tingkat Korem 2026 yang diselenggarakan oleh TNI AD di seluruh Indonesia. Inisiatif ini menunjukkan dedikasi TNI.
Kegiatan ini sekaligus menjadi komitmen TNI AD untuk selalu hadir dan menjadi solusi. Terutama di tengah kesulitan masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim. Mereka yang kehilangan tempat belajar Al-Quran, agama Islam, maupun pendidikan umum.
Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Jannah sendiri telah genap berusia 40 tahun. Yayasan ini telah mengabdi bagi masyarakat dan anak-anak yatim. Pembangunan balai pengajian ini memperkuat peran yayasan dalam mencerdaskan generasi penerus.
Advertisement
Sumber: AntaraNews