Viral Fenomena Halo di Langit Jogja, Begini Penjelasannya
Manusia zaman dahulu melihat fenomena ini sebagai pertanda akan turun hujan.
Manusia zaman dahulu melihat fenomena ini sebagai pertanda akan turun hujan.
Viral Fenomena Halo di Langit Jogja, Begini Penjelasannya
Pada Kamis (18/4) pagi, terjadi sebuah fenomena yang cukup unik di langit Jogja. Dalam video yang diunggah akun Instagram @merapi_uncover, tampak terdapat lingkaran putih di langit. Lingkaran itu mengelilingi matahari.
Seperti diketahui, fenomena itu juga biasa disebut cincin matahari, atau fenomena halo 22 derajat. Manusia zaman dahulu melihat fenomena ini sebagai pertanda akan turun hujan.
Pada siang harinya setelah fenomena itu, beberapa wilayah di Jogja pada akhirnya diguyur hujan. Kebenaran prediksi itu turut ditanggapi oleh warganet.
Berikut beberapa komentar warganet:
“Alhamdulillah udan tenan min, walaupun udane gur nderek langkung,” tulis @ratna tharie.
“Jalan kabupaten utara bmkg sleman, jam 14.40 wib hujan gluduk,” tulis @tempatsimpenfoto2.
“Area Pasar Sleman hujan deras, disertai petir,” tulis @jodranandikumoro.
Lantas seperti apa penjelasan dari fenomena itu?
Dilansir dari Wikipedia, Halo merupakan fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dan bulan. Pada umumnya fenomena ini disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus yang dingin yang berada 5-10 km atau 3-6 mil di lapisan atas troposfer.
Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah kristal es, cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma sehingga sinar matahari menjadi terpecah ke dalam beberapa warna karena efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti Pelangi.
Halo juga kadang-kadang muncul di dekat permukaan bumi ketika ada es kristal yang disebut debu berlian. Kejadian ini dapat terjadi pada saat cuaca dingin saat kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya.
Berdasarkan sejarahnya, fenomena halo telah tercatat sejak zaman dulu. Penduduk asli Amerika menggambarkan fenomena ini dalam bentuk petroglif. Di Tiongkok kuno, seorang kaisar menulis sebuah buku bergambar tentang halo.