Genap Berusia 24 Tahun, Ini Sejarah KA Taksaka Primadona Kaum Milenial
Kereta api ini disebut sebagai anak emas KAI karena okupansinya selalu bagus
Kereta api ini disebut sebagai anak emas KAI karena okupansinya selalu bagus
Genap Berusia 24 Tahun, Ini Sejarah KA Taksaka Primadona Kaum Milenial
Hari ini, 19 September 2023, Kereta Api (KA) Taksaka genap berusia 24 tahun. Seiring waktu, kereta api itu kini menjadi primadona PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kereta api yang melayani rute Yogyakarta-Jakarta Gambir itu okupansinya selalu bagus.
Dilansir dari Wikipedia, KA Taksaka diluncurkan pada 19 September 1999. Nama “Taksaka” sendiri berasal dari sosok seekor naga dari cerita Mahabharata yang baik dan pengayom.
Pada awalnya, KA Taksaka beroperasi menggunakan bekas rangkaian KA Argo Lawu. Saat KA Argo Lawu beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan tahun 2016, beberapa perjalanan pada KA Taksaka beroperasi menggunakan bekas rangkaian KA Argo Lawu keluaran tahun 2008 dan KA Argo Dwipangga keluaran tahun 1984 dan 1986 dengan kaca pesawat.
Sejak tahun 2018, KA Taksaka beroperasi dengan rangkaian eksekutif berbahan baja nirkarat atau “stainless steel”. Layanan pada kereta api itu ditambah sehingga pada 26 Mei 2019 ditambahkan kelas luxury pada rangkaiannya.
Pada 23 September 2022, KA Taksaka mengalami penyegaran dengan menampilkan tema spesial bertajuk “Hype Trip”. Adanya tema ini membuat tampilan eksterior kereta api tersebut jadi lebih cerah dan pelayanan di dalam kereta disesuaikan dengan selera kaum milenial seperti penyegaran pada seragam kru yang sedang berdinas serta fasilitas permainan di dalam kereta.
Penyegaran ini dilakukan karena banyak pelanggan kereta api Taksaka yang berasal dari kaum milenial dan Gen Z. Kereta api ini juga menjadi moda transportasi favorit bagi pelajar yang ingin menempuh studi di Yogyakarta atau berwisata di wilayah Yogyakarta.
Selama pengoperasiannya, KA Taksaka pernah beberapa kali mengalami anjlok. Pada 24 November 2007, satu dari 10 gerbong kereta api ini mengalami anjlok di daerah Patikraja, Banyumas. Pada 10 Juni 2011, kereta api ini juga mengalami anjlok di daerah yang sama. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa tersebut.