FOTO: Dinamika Perubahan Atmosfer, Suhu Udara Jakarta Kembali "Mendidih" (merdeka.com)
ADVERTISEMENT
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto mengatakan peningkatan suhu yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh dinamika atmosfer.
Akhir-akhirnya cuaca di sejumlah wilayah di Indonesia mengalami peningkatan suhu yang disebabkan oleh beberapa faktor yang berhasil dianalisa oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto mengatakan peningkatan suhu yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh dinamika atmosfer.
Dampak El Nino dan Dipole Mode Positif serta distribusi curah hujan yang belum merata menjadi penyebab meningkatnya suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia.
Kondisi membuat warga yang khususnya berada di Jabodetabek merasakan suhu yang lebih panas, meski sebelumnya pada beberapa pekan ke belakang terakhir sempat diguyur hujan deras.
Kondisi ini membuat, warga ibu kota banyak menggunakan payung untuk melindungi diri dari terik panas matahari.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG di sejumlah daerah di Indonesia, suhu maksimum harian berkisar 35 sampai 36,7 derajat Celsius dari 2 sampai 3 Oktober 2023.
Jerman menghadapi Gelombang Panas Jerman yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan suhu mencapai rekor 41,3 derajat Celsius. Waspada dampak ekstrem dan langkah antisipasi yang telah diambil.
BMKG Stasiun Balikpapan mendeteksi 151 titik panas di Kalimantan Timur, menandakan potensi Karhutla Kaltim yang tinggi. Warga diimbau waspada dan tidak melakukan pembakaran sembarangan.
Petugas kesehatan PPIH Arab Saudi gencar lakukan edukasi kesehatan haji cuaca panas ekstrem di Tanah Suci. Langkah ini penting untuk menjaga jemaah tetap bugar selama beribadah.