Sejak kedatangannya ke Indonesia ratusan tahun silam, penjajah Belanda selalu membuat susah masyarakat. Mereka berusaha untuk merampas kekayaan alam dan hak-hak warga demi meraup keuntungan.
Para penjajah juga tak henti-hentinya memeras rakyat, mulai dari penerapan tanam paksa, pajak pertanian dan kerja fisik tanpa henti. Ujung-ujungnya, rakyat harus mati kelaparan hingga mengalami kemiskinan akut karena ulah bangsa asing tersebut.
Meski dikenal kejam dan tak ada yang berani melawan, namun ada satu tokoh perempuan yang dikenal kerap menantang kehadiran Belanda. Dia adalah Nyi Mas Melati yang dijuluki “Singa Betina” dari Tangerang.
Kabarnya, julukan ini melekat karena teriakannya amat mengerikan dan bikin penjajah ketar-ketir. Bagaimana kisah heroiknya? Berikut sosoknya yang melegenda.
Advertisement
Sifat berani rupanya diwariskan oleh sang ayah beranama Raden Kabal yang masih keturunan dari Sultan Hasanudin, raja dari Kesultanan Banten. Di pertengahan abad ke-18, Raden Kabal sudah dikenal sebagai tokoh masyarakat yang banyak tak setuju dengan kebijakan Belanda.
Saat itu, ia menaruh perhatian terhadap pemungutan pajak yang dianggap tak wajar. Rakyat diminta menyerahkan hasil pertanian dan sejumlah uang upeti, agar ia bisa terus menggarap lahan.
Mengutip ANTARA, keberanian sang ayah rupanya menurun ke Nyi Mas Melati. Ia selalu melihat sang ayah marah terhadap pasukan Belanda hingga dirinya memiliki keberanian untuk melawannya saat dewasa.
Ia tak peduli dirinya perempuan, dan ingin melawan norma yang berlaku bahwa perempuan hanya bisa mengerjakan pekerjaan domestik dalam rumah.
Advertisement
Saat beranjak dewasa, Nyi Mas Melati turut aktif melakukan perlawanan terhadap Belanda. Ia selalu mendampingi sang ayah dalam beberapa pertempuran di kalangan warga Balaraja, Tangerang.
Satu hal yang unik, ia sudah mampu menggerakkan rakyat untuk melawan Belanda dengan cara sembunyi-sembunyi alias bergerilya. Sosoknya, menjadi perempuan paling pemberani di masanya dan menjadi pemantik agar perempuan tidak hanya berdiam di rumah.
"Nyi Mas Melati merupakan tokoh sejarah wanita asal kota seribu industri sejuta jasa. Ini merupakan pahlawan wanita asal Kota Tangerang," kata Arief R Wismansyah saat menjabat sebagai Wali Kota Tangerang, beberapa waktu lalu.
Advertisement
Keberanian Nyi Mas Melati betul-betul tidak ada lawan. Dia berani maju paling depan saat diserang Belanda. Ciri khasnya adalah saat ia berteriak untuk memimpin warga menyerbu pusat-pusat kekuatan militer kompeni.
Ia seolah mengaum sembari mengacungkan keris tajam hingga teriakannya benar-benar mengagetkan Belanda. Karena tidak ada persiapan, mereka lari tunggang langgang seperti pada pertempuran Pabuaran.
Berkat penyerbuannya ini, kekuatan VOC kemudian pincang dan aktivitasnya bisa diusir dari wilayah Tangerang.
Advertisement
Fokus perlawanannya tak hanya kepada penjajah. Nyi Mas Melati turut muak terhadap tuan tanah Indonesia yang pro kegiatan kolonialisme.
Parahnya, mereka kerap berbuat sesukanya hingga melecehkan kaum perempuan di wilayah Tangerang. Kemarahannya memuncak, sehingga ia berani menyerang tuan tanah yang kurang ajar.
Dengan kerisnya, ia punya mimpi untuk memusnahkan pihak-pihak yang merugikan rakyat.