Pedang Saat Tentara Salib dan Muslim Bertempur 800 Tahun Lalu Ditemukan, Begini Kondisinya

Pedang itu diduga terjatuh ke laut sekitar 800 tahun lalu ketika pertempuran sengit antara pasukan Salib dan penduduk muslim.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Pedang Saat Tentara Salib dan Muslim Bertempur 800 Tahun Lalu Ditemukan, Begini Kondisinya
Pedang Saat Tentara Salib dan Muslim Bertempur 800 Tahun Lalu Ditemukan, Begini Kondisinya (Merdeka.com)

Sebilah pedang kuno yang terbuat dari besi ditemukan di lepas pantai Israel.

Pedang itu diduga terjatuh ke laut sekitar 800 tahun lalu ketika pertempuran sengit antara pasukan Salib dan penduduk muslim. Pedang itu awalnya tertutupi oleh lapisan pasir dan kerang yang tebal karena sudah ratusan tahun di bawah laut. Kondisi itu sebetulnya menguntungkan sekaligus merugikan. Lapisan itu melindungi pedang dari kerusakan tapi juga menjadi sulit untuk dipelajari tanpa membuat kerusakan.

Pedang itu didapat pada 2021 dan kini sudah dipindai dengan sinar X dan hasil penelitian oleh Otoritas Kepurbakalaan Israel (IAA) sudah menerbitkan laporannya di jurnal Atiqot.

Pedang itu didapat pada 2021 dan kini sudah dipindai dengan sinar X dan hasil penelitian oleh Otoritas Kepurbakalaan Israel (IAA) sudah menerbitkan laporannya di jurnal Atiqot.
Dok. Istimewa

Dilansir laman Newsweek, perang Salib adalah serangkaian pertempuran yang dipicu dari gereja Kristen pada 1095 sampai 1291. Perang itu melibatkan misionaris Kristen yang dikirim ke Timur Tengah untuk mengalahkan pengaruh Islam di wilayah itu. Perang Salib pertama ditandai dengan jatuhnya Yerusalem dari kekuasaan kekhalifahan Fatimiyah pada 1099. Perang Salib berlangsung selama lebih dari 200 tahun. "Sangat disayangkan kita tidak bisa melihat pedang ini sebagaimana awalnya," ujar peneliti dari IAA dalam unggahan di Facebook.

"Di sisi lain, tebalnya lapisan itu membantu memperlambat proses oksidasi, menjaga pedang tetap utuh. Tanpa lapisan pelindung, besi akan berkarat dan hancur dalam air."

"Di sisi lain, tebalnya lapisan itu membantu memperlambat proses oksidasi, menjaga pedang tetap utuh. Tanpa lapisan pelindung, besi akan berkarat dan hancur dalam air."
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Studi ini menjelaskan bagaimana pedang itu diteliti tanpa menghilangkan lapisan "kerak biogenik" dari pasir dan cangkangnya, dengan menggunakan sinar-X untuk memeriksa bentuk pedang di bawah lapisan tersebut. (Foto Anastasia Shapiro/Israel Antiquities Authority)

Peneliti mengatakan pedang ini berasal sekitar 800 tahun yang lalu, yaitu pada "abad ke-12 hingga abad ke-13." "Pedang ini digunakan oleh seorang tentara Salib yang menetap di negara tersebut setelah Perang Salib Pertama dan mendirikan Kerajaan Yerusalem pada tahun 1099," ujar Jacob Sharvit, seorang peneliti dari IAA. "Mengingat pertempuran berdarah yang terjadi di negara ini antara para tentara Salib dan warga muslim, yang tercatat dalam beberapa sumber sejarah, seharusnya kita dapat menemukan lebih banyak pedang serupa," kata Sharvit.

Pecahan

Pecahan
Dok. Istimewa

"Namun, pada kenyataannya, sebagian besar yang ditemukan adalah pecahan-pcahan pedang, dan sangat sedikit yang masih utuh."

Melengkung

"Sejauh ini, tujuh pedang dari periode ini ditemukan di negara ini, sebagian besar ditemukan di dalam laut," lanjut Sharvit. Pedang besi ini memiliki panjang 90 sentimeter, dengan lebar bilah sekitar 4,5 sentimeter. Sinar-X juga menunjukkan bilahnya melengkung, yang membuat para peneliti berpikir bahwa kemungkinan besar pedang ini digunakan dalam pertempuran oleh seorang tentara Salib, karena pedang di daerah tersebut selama zaman Perang Salib sering kali memiliki bilah yang melengkung.

Peneliti menduga pedang ini mungkin jatuh ke laut selama pertempuran laut, karena ditemukan tanpa sarungnya.

Peneliti menduga pedang ini mungkin jatuh ke laut selama pertempuran laut, karena ditemukan tanpa sarungnya.
Dok. Istimewa
Rekomendasi