Kepala kepolisian sipil di Gaza City, Kolonel Jamal Abu Kamil (43), tewas pada Kamis dalam serangan drone Israel di Jalan al-Rashid, barat daya Gaza City. Informasi ini disampaikan Kementerian Dalam Negeri Gaza, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (14/8/2026).
Menurut kementerian, drone menembakkan tiga rudal ke kendaraan yang ditumpangi Abu Kamil. Dua orang lainnya dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.
Peristiwa ini terjadi sehari setelah Israel kembali melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza usai jeda lebih dari sepekan.
Advertisement
Militer Israel Klaim "Ancaman", Polisi Gaza Membantah
Militer Israel menyatakan Abu Kamil menjadi sasaran karena dianggap sebagai "ancaman" dan mengklaim ia merupakan komandan Hamas, namun tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.
Kepolisian Gaza membantah tuduhan itu. Dalam pernyataannya, kepolisian menyebut Abu Kamil menjalankan tugasnya sebagai polisi dan "tidak memiliki hubungan dengan aktivitas lain". Kementerian Dalam Negeri Gaza menyebutnya "dibunuh" dalam serangan tersebut.
Hamas mengecam pembunuhan itu dan menyebut serangan tersebut sebagai kelanjutan dari "kejahatan brutal" Israel terhadap rakyat Palestina serta upaya untuk menyebarkan kekacauan dan ketidakamanan di Jalur Gaza.
Advertisement
Rentetan Serangan: Khan Younis dan Beit Lahiya
Pada Kamis, serangan Israel juga menyasar sebuah sepeda motor yang membawa dua orang di Khan Younis, Gaza selatan. Satu orang tewas dan satu lainnya mengalami luka kritis.
Rumah Sakit Nasser di Gaza mengidentifikasi korban tewas sebagai Huthaifa Kawari.
Israel kembali mengklaim serangan tersebut menargetkan seorang komandan Hamas, namun tidak memberikan bukti. Sehari sebelumnya, serangan yang menyasar sebuah kendaraan di Beit Lahiya menewaskan seorang pekerja pemerintah kota dan melukai lima orang lainnya.
Advertisement
Jeda Serangan, Dorongan AS, dan Rencana 15 Poin
Israel sebelumnya menghentikan serangan udara selama lebih dari sepekan setelah mendapat tekanan dari Amerika Serikat. Penghentian itu berlangsung setelah Presiden Donald Trump mengumumkan apa yang disebutnya sebagai "tonggak penting" dalam rencana mengakhiri perang.
Bulan lalu, Trump menyampaikan bahwa Israel dan Hamas telah menyepakati rencana 15 poin yang akan dilaksanakan oleh Gaza Board of Peace.
Dalam rencana tersebut, pasukan Israel akan ditarik dari Gaza dan Hamas akan melucuti senjata.
Hamas menyatakan menerima kesepakatan tersebut untuk menghindari kembalinya perang berskala penuh. Namun, Hamas menegaskan implementasi kesepakatan bergantung pada penarikan pasukan Israel terlebih dahulu dan penghentian serangan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian menolak kesepakatan itu pada Minggu, dengan menyatakan pasukan Israel tidak akan ditarik dari Gaza sebelum Hamas benar-benar dilucuti. Tiga hari setelah pernyataan tersebut, serangan udara Israel kembali dilancarkan.
Advertisement
Angka Korban dan Sikap Diplomatik Palestina
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut serangan Israel yang berlangsung hampir setiap hari sejak kesepakatan "gencatan senjata" mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 telah menewaskan lebih dari 1.250 warga Palestina.
Pada Kamis, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyerukan agar Rencana Perdamaian Gaza yang didukung Amerika Serikat segera dilaksanakan.
Kementerian tersebut juga mengecam serangan pasukan Israel terhadap warga Palestina yang kembali ke Gaza, serta berlanjutnya serangan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki.