Calon Kapolri Suyudi Ungkap Target 100 Hari Pertama

Di Komisi III DPR, Suyudi Ario Seto memaparkan tahapan 100 hari jika memimpin Polri, beserta quick win dan fokus perbaikan. Simak garis besarnya.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Calon Kapolri Suyudi Ungkap Target 100 Hari Pertama
Calon Kapolri Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (1/10/2026) (Antara)

Calon Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto memaparkan rencana kerja 100 hari pertama apabila mendapat amanah memimpin Polri.

Suyudi membagi program tersebut ke dalam tiga tahap. Pada hari pertama hingga ke-30, ia akan fokus mengetahui kondisi sebenarnya di tubuh Polri, termasuk mengevaluasi sejumlah aspek pelayanan dan penanganan perkara.

“Mulai dari hari pertama sampai 30, mengetahui keadaan sebenarnya, menetapkan komando perubahan, membangun baseline, memeriksa penerimaan laporan, respons 110, tunggakan atau perkembangan perkara, pengaduan, perlindungan kelompok rentan, kesiapan Polres-Polsek, serta memetakan kejahatan berdampak tinggi,” kata Suyudi dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri di Komisi III DPR, Kamis (1/10/2026).

Selain itu, Suyudi akan memetakan temuan dugaan tindak pidana yang ditemukan pada tahap awal tersebut.

Selanjutnya, pada hari ke-31 hingga ke-60, ia akan menguji berbagai perbaikan yang telah dilakukan. Adapun hari ke-61 hingga ke-100 akan digunakan untuk melihat hasil sekaligus mengoreksi kegagalan.

“Begitu juga temuan dugaan tindak pidana. Kemudian hari ke-31 sampai ke-60, yaitu menguji perbaikan. Hari ke-61 ke-100 memperlihatkan hasil dan mengoreksi kegagalan,” ujarnya.

Suyudi juga menyiapkan sejumlah program quick win selama 100 hari pertama. Program tersebut mencakup pengamanan ruang publik, pemberantasan dan pemulihan kawasan narkoba, pemberantasan judi daring dan penipuan digital, hingga pembenahan pelayanan kepolisian.

“Quick win 100 hari: mulai dari ruang publik aman, pemberantasan dan pemulihan kawasan narkoba, bersih judi daring dan penipuan digital, 110 respons cepat dan SPKT ramah korban, perkara terlacak SP2HP pasti, bersih ke dalam, Polres kuat, Polsek tangguh, KUHP-KUHAP siap, dan scientific investigation,” paparnya.

Menurut Suyudi, 100 hari pertama kepemimpinannya tidak boleh sekadar menjadi momentum untuk mengumumkan banyak program. Ia menekankan pentingnya membuktikan arah perubahan Polri.

“100 hari pertama bukan panggung untuk mengumumkan sebanyak mungkin program. 100 hari pertama adalah fase membuktikan arah,” tegasnya.

Suyudi juga menegaskan bahwa perubahan di tubuh Polri harus dimulai dari jajaran pimpinan, bukan semata-mata dengan meminta anggota melakukan perubahan.

“Perubahan Polri tidak mungkin terjadi apabila pimpinan hanya meminta anggota berubah. Perubahan harus dimulai dari pimpinan dan dibuktikan di lapangan,” kata Suyudi.

Ia mengatakan akan turun langsung ke lapangan untuk melihat persoalan yang dihadapi anggota maupun masyarakat.

“Saya akan turun ke lapangan bukan untuk cari panggung, tetapi untuk melihat masalah, mendengarkan anggota dan masyarakat, mengambil keputusan, serta memastikan keputusan dilaksanakan,” ujarnya.

Suyudi turut menegaskan bahwa target pekerjaan tidak boleh dijadikan alasan bagi anggota untuk melakukan pelanggaran hukum.

“Anggota tidak boleh dipaksa mencapai target dengan cara yang melanggar hukum. Sebaliknya, tidak ada tekanan pekerjaan yang dapat menjadi pembenaran untuk memeras, menerima suap, merekayasa perkara, menjadi backing kegiatan ilegal, atau menggunakan kekerasan secara sewenang-wenang,” tandasnya.

Rekomendasi