Dalam rangka memperingati Hari Sungai dan World Cleanup Day, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama PT Telkom Landmark Tower (TLT) menggelar aksi bersih Kali Krukut di sekitar The Telkom Hub, Jakarta. Dari kegiatan ini terangkut 19 m³ atau sekitar 5,1 ton sampah dari sejumlah titik aliran sungai.
Aksi dilakukan oleh TelkomGroup bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta jajaran kecamatan dan kelurahan setempat. Kolaborasi ini bertujuan menjaga kebersihan lingkungan di wilayah operasional TelkomGroup sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom Ahmad Reza menyebut kegiatan ini merupakan implementasi program Environmental, Social, and Governance (ESG) Telkom.
“Aksi sederhana seperti ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana implementasi program ESG Telkom bukan hanya sekedar pelengkap, tapi suatu program berkelanjutan dengan dampak positif yang luas. Karena ketika lingkungan terjaga, yang ikut tumbuh bukan hanya produktivitas bisnis Telkom, tetapi juga ekosistem di sekitarnya,” kata Ahmad Reza.
Sementara itu, VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menekankan bahwa sungai tidak mengenal batas administratif, sehingga peristiwa di satu wilayah dapat berdampak ke wilayah lain.
“Karena itu, kami melihat aksi hari ini bukan hanya sebagai upaya membersihkan sungai, tetapi sebagai bagian dari komitmen TelkomGroup untuk terus menjaga ruang hidup bersama, terutama di lingkungan operasional kami, dan memberikan manfaat yang lebih bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” kata Wasisto Ciptaning Andri.
Advertisement
Bersih-Bersih Kali Krukut Saat Hari Sungai
Kali Krukut memiliki panjang 31,39 kilometer dan melintasi area The Telkom Hub. Sejumlah titik di aliran ini masih menghadapi persoalan sampah, baik yang mengapung di permukaan maupun menumpuk di bantaran. Kondisi tersebut memengaruhi kebersihan kawasan, ekosistem sungai, serta kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya.
Dalam pelaksanaannya, karyawan TelkomGroup turun langsung bersama petugas kebersihan lingkungan (Pasukan Oren) dan petugas penanganan kebersihan saluran air dan banjir (Pasukan Biru). Para peserta membersihkan sampah dari permukaan air hingga area bantaran untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.
Peserta bergerak ke sejumlah titik untuk mengangkat sampah dari aliran dan area sekitar sungai. Dari jumlah tersebut, 4,5 ton merupakan sampah dari sungai dan 0,6 ton berupa sampah kering. Seluruh sampah diserahkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai pengelolaannya.
Direktur Utama TLT Suratman berharap kegiatan bersih sungai memberi manfaat langsung bagi lingkungan sekitar sekaligus mendorong kolaborasi lebih luas.
“Harapannya acara ini dapat membuat kita lebih nyaman untuk beraktivitas di lingkungan sekitar, namun tidak berhenti sampai sini saja, semoga kedepannya akan ada lebih banyak lagi kolaborasi dari pihak korporasi, pemerintah, dan masyarakat untuk terus diadakan,” kata TLT Suratman.
Advertisement
Inisiatif GoZero% Telkom dan Pilar Save Our Planet
Aksi bersih ini menjadi bagian dari inisiatif keberlanjutan GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya melalui pilar Save Our Planet. Bagi TelkomGroup, upaya menjaga lingkungan tidak berhenti pada pembersihan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam membangun kesadaran dan kebiasaan baik secara berkelanjutan.
Kolaborasi lintas elemen diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kepedulian terhadap kondisi sungai di sekitar kawasan Telkom Hub. Selain memberikan dampak langsung melalui pengurangan timbunan sampah, keterlibatan bersama juga membuka ruang bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk mengambil peran dalam menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.
Ke depan, TelkomGroup terus mendorong penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui berbagai inisiatif yang melibatkan perusahaan, pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Upaya tersebut diarahkan agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dan bagian dari upaya bersama menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
(*)