Protes karena Trump Perang dengan Iran, Direktur Kontraterorisme AS Mundur
Dalam surat pengunduran dirinya Joe Kent mengatakan Iran tidak sedang menjadi ancaman bagi keamanan Amerika Serikat.
Direktur National Counterterrorism Center (NCTC) Joe Kent mengumumkan pengunduran dirinya pada Selasa (17/3/2026) karena ketidaksetujuannya terhadap keputusan Presiden Donald Trump untuk melancarkan serangan ke Teheran. Pengunduran diri Kent mencuri perhatian publik, mengindikasikan adanya perpecahan di dalam pemerintahan Trump, termasuk di antara pejabat yang selama ini dianggap setia kepada kebijakan presiden, sebagaimana dilaporkan oleh Politico pada Rabu (18/3).
Dalam surat pengunduran dirinya yang diposting di platform X, Kent menegaskan bahwa ia tidak dapat mendukung kebijakan perang yang sedang berlangsung. "Saya tidak dapat, dengan hati nurani yang bersih, mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran," tulis Kent.
Ia juga mengingatkan bahwa hingga pertengahan 2025, pemerintah AS menyadari bahwa konflik di Timur Tengah adalah jebakan yang mengorbankan nyawa warga Amerika dan menguras sumber daya negara.
"Hingga Juni 2025, Anda memahami bahwa perang di Timur Tengah adalah jebakan yang merenggut nyawa para patriot kita dan menggerus kekayaan serta kemakmuran bangsa," lanjutnya.
Kent sebelumnya juga menyatakan bahwa Iran tidak merupakan ancaman mendesak bagi Amerika Serikat. Sampai saat ini, Kent belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai pengunduran dirinya. Selain itu, Gedung Putih dan Kantor Direktur Intelijen Nasional, yang mengawasi NCTC, juga belum memberikan komentar resmi terkait langkah yang diambil oleh Kent.