Militer Myanmar Gerebek Lokasi Penipuan Online, Lebih dari 2.000 Orang Ditangkap
Dalam penggerebekan tersebut, salah satu barang yang ditemukan adalah perangkat Starlink.
Militer Myanmar telah menutup sebuah operasi penipuan daring besar yang berlokasi dekat perbatasan Thailand. Dalam penggerebekan tersebut, lebih dari 2.000 orang ditahan, dan puluhan terminal internet satelit Starlink, yang merupakan layanan milik SpaceX dan belum memiliki izin untuk beroperasi di Myanmar, disita. Hal ini dilaporkan oleh media lokal pada hari Senin.
Myanmar selama ini dikenal sebagai pusat jaringan penipuan siber yang menargetkan korban di seluruh dunia. Modus operandi yang digunakan biasanya melibatkan pembentukan hubungan kepercayaan secara daring, baik melalui rayuan asmara maupun tawaran investasi palsu, sebelum akhirnya menipu korban.
Pusat-pusat operasi penipuan ini sering merekrut pekerja asing dengan janji pekerjaan yang sah. Namun, setelah tiba, mereka justru ditahan dan dipaksa untuk melakukan aktivitas kriminal. Kasus penipuan online di wilayah ini kembali menjadi perhatian internasional minggu lalu, setelah Amerika Serikat dan Inggris menjatuhkan sanksi terhadap para pelaku jaringan penipuan besar di Kamboja.
Salah satu yang disoroti adalah seorang pengusaha bernama Chen Zhi, yang disebut sebagai otak di balik operasi penipuan online berskala besar. Ia didakwa oleh pengadilan federal di New York dengan tuduhan penipuan dan pencucian uang.
Menurut laporan dari surat kabar Myanmar Alinn, yang dikutip oleh Associated Press, penggerebekan dilakukan di KK Park, yang menjadi sorotan karena aktivitas penipuan online. Operasi ini merupakan bagian dari upaya militer yang dimulai sejak awal September untuk memberantas penipuan online, perjudian ilegal, serta kejahatan siber lintas batas.
Surat kabar tersebut juga memublikasikan foto-foto yang menunjukkan peralatan Starlink yang disita dan prajurit yang terlibat dalam operasi, meskipun waktu pengambilan gambar belum diketahui. KK Park terletak di pinggiran Myawaddy, kota dagang utama di perbatasan Myanmar dan Thailand, di Negara Bagian Kayin. Wilayah ini hanya sebagian berada di bawah kendali pemerintah militer dan juga dipengaruhi oleh milisi etnis minoritas.
Kelompok Karen dituduh terlibat dalam suatu kasus
Juru bicara militer, Mayjen Zaw Min Tun, menuduh para pemimpin Uni Nasional Karen (KNU) — kelompok bersenjata yang menentang kekuasaan militer — terlibat dalam proyek penipuan yang terjadi di KK Park. Tuduhan ini sebelumnya pernah muncul dengan alasan bahwa sebuah perusahaan yang didukung oleh kelompok Karen memberikan izin untuk menyewakan tanah di lokasi tersebut. Namun, pihak Karen yang merupakan bagian dari gerakan perlawanan terhadap junta militer membantah semua tuduhan yang diarahkan kepada mereka.
Laporan dari Myanmar Alinn mengungkapkan bahwa militer telah menemukan lebih dari 260 bangunan yang tidak terdaftar serta menyita berbagai peralatan, termasuk 30 unit terminal Starlink. Dalam operasi tersebut, sebanyak 2.198 orang ditangkap, meskipun identitas kewarganegaraan mereka tidak dijelaskan.
Myanmar telah melakukan beberapa tindakan tegas terhadap operasi penipuan online. Pada bulan Februari yang lalu, bekerja sama dengan Thailand dan di bawah tekanan dari China, kedua negara meluncurkan operasi bersama untuk menyelamatkan ribuan orang yang menjadi korban perdagangan manusia dari berbagai kompleks penipuan yang berada di wilayah perbatasan.