Kisah Kurir Australia Selamatkan Cucian Dari Hujan, Aksinya Viral
Apa yang membuat seorang kurir di Australia mendapatkan julukan pahlawan di India? Simak kisah lengkapnya di sini.
Pahlawan seringkali muncul dalam bentuk yang tidak terduga. Contohnya adalah seorang kurir yang berusaha menyelamatkan cucian dari hujan.
Pada hari itu, Gurpreet Singh sedang menjalankan tugasnya mengantarkan paket ke sebuah alamat di Logan, kawasan selatan Brisbane, Australia.
Namun, rekaman dari kamera keamanan menunjukkan momen yang berbeda: alih-alih hanya meletakkan paket di depan pintu atau melemparnya, ia berhenti sejenak, menurunkan seprai yang sedang dijemur, dan meletakkannya di tempat yang terlindung dari hujan. Saat itu, hujan mulai turun dengan deras.
Bagi pemilik rumah, Verrity Wandel, situasi tersebut sangat mengejutkan. Ia awalnya berpikir akan pulang dan menemukan cucian yang basah kuyup, tetapi kenyataannya tidak seperti itu.
Dengan rasa terkejut dan bersyukur, Verrity membagikan rekaman tersebut di media sosial Instagram enam hari yang lalu.
"Ini benar-benar kejadian satu banding sejuta. Dalam perjalanan pulang, hujan tiba-tiba turun deras. Saya langsung berpikir, 'Wah, habis sudah cucian di jemuran'. Tapi ketika sampai di rumah, jemuran ternyata sudah kosong. Saya pun memeriksa rekaman kamera untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata, kurir yang baik hati sudah mengangkat jemuran supaya tidak kehujanan," tulisnya.
Banyak Kisah Serupa
Di dunia maya, cerita tentang kebaikan dapat dengan cepat menyebar. Di tengah banyaknya keluhan mengenai kurir yang seringkali tidak profesional, tindakan kecil dari Singh menjadi sesuatu yang sangat istimewa.
Kisahnya bahkan sampai ke India, di mana salah satu media di sana menyebutnya sebagai "a laundry hero" atau "pahlawan cucian".
Popularitas Singh yang semakin meningkat membuatnya dan Verrity diundang untuk tampil di acara televisi. Dalam wawancara tersebut, Verrity menceritakan kebingungannya saat tiba di rumah.
"Saya membayangkan cucian akan terbelit di tali jemuran atau terbawa angin ke taman. Tapi ketika masuk halaman, jemuran itu kosong. Saya sempat bingung, merasa janggal," ujarnya kepada 9 News.
Singh sendiri tampak kebingungan ketika tindakannya mendapat perhatian luas. Ia menjelaskan bahwa ia hanya menghentikan sejenak aktivitasnya, mempertimbangkan dengan hati-hati, lalu memutuskan untuk membantu.
"Hanya butuh satu menit," tutur Singh.
Bagi komunitas Sikh di Brisbane, tindakan Singh ini bukanlah hal yang mengejutkan. Ia memang dikenal dekat dengan kuil setempat dan sering melakukan pelayanan sebagai ungkapan dari iman yang dimilikinya.
"Begitu saya melihat apa yang dilakukannya, saya tahu ia tidak mengejar sorotan. Itu memang siapa dirinya," kata Tejinder Singh.
Tuduhan dan Pesan Positif
Perhatian yang besar terhadap kisah ini memicu sejumlah tuduhan. Seorang penyiar radio, contohnya, mengklaim bahwa peristiwa tersebut hanyalah sebuah strategi pemasaran untuk Australia Post, yang merupakan perusahaan pos milik negara.
Namun, Verrity dengan tegas membantah anggapan tersebut. Sebenarnya, Australia Post sedang mengalami kesulitan, dengan kerugian akibat penurunan pengiriman surat dan persaingan yang ketat dari perusahaan kurir swasta.
Mengenai Singh, perusahaan hanya menyatakan bahwa mereka menerima banyak permintaan informasi tentang dirinya.
Menurut mereka, Singh telah bekerja sebagai pekerja kontrak selama empat tahun dan selalu berusaha membantu pelanggan sebaik mungkin.
Unggahan pertama Verrity memang mendapatkan banyak pujian, tetapi tidak lama kemudian muncul komentar-komentar yang bernada negatif.
Meskipun demikian, dia memilih untuk merespons dengan membagikan video baru.
Dalam video tersebut, dia mengatakan, "Kita seharusnya hidup di dunia yang lebih dipenuhi kebaikan."
Dia juga menambahkan, "Bila Anda memiliki kesempatan melakukan sesuatu yang tulus tanpa pamrih, lakukanlah. Jangan ragu. Sapa orang di sekitarmu, tebarkan senyum. Hal kecil semacam itu bisa memberi arti besar." Dengan kata-kata tersebut, Verrity mengajak semua orang untuk menyebarkan kebaikan di tengah tantangan yang ada.