Dokter Ini Selamatkan Pasien Patah Tulang Pakai Raket Badminton dan Kantong Plastik
Seorang dokter berhasil menyelamatkan nyawa seorang lansia yang menjadi korban kecelakaan dengan menggunakan raket badminton dan kantong plastik.
Aksi heroik seorang dokter di China menarik perhatian publik setelah ia berhasil menyelamatkan seorang lansia yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas dengan menggunakan peralatan yang sangat sederhana, yaitu raket badminton dan kantong plastik. Menurut laporan dari SCMP pada Senin (5/5/2025), kejadian tersebut berlangsung pada tanggal 5 April di Provinsi Shandong, ketika Liu Shuanglei, seorang dokter yang bekerja di departemen manajemen nyeri sebuah rumah sakit, sedang dalam perjalanan pulang bersama istrinya untuk merayakan ulang tahun ibunya.
Ketika melewati sebuah jalan yang dipenuhi dengan ranting-ranting, Liu melihat seorang wanita tua yang tampak kesakitan dan menangis di tepi jalan. Wanita tersebut mengalami luka akibat kecelakaan lalu lintas. Liu segera meminta istrinya untuk menepi dan turun dari mobil guna memeriksa kondisi korban. Setelah diperiksa, diketahui bahwa wanita lansia tersebut mengalami patah tulang di bagian bawah kaki kirinya, tetapi tidak ada luka serius lainnya. Sebagai langkah awal, Liu menghubungi dokter yang sedang bertugas di rumah sakitnya, yang menyarankan agar kaki korban segera diimobilisasi untuk mencegah cedera semakin parah.
Namun, Liu menyadari bahwa ranting-ranting di sekitar lokasi terlalu rapuh untuk dijadikan penyangga. Ia kemudian mengambil dua raket badminton dari mobilnya dan menjadikannya sebagai bidai untuk mengangkat kaki korban. Selain itu, ia juga menggunakan kantong plastik yang ada di dalam mobil sebagai pengganti perban untuk membalut kaki wanita tersebut. Setelah langkah-langkah pertolongan pertama tersebut dilakukan, wanita yang diperkirakan berusia 70-an tahun itu segera dibawa ke rumah sakit tempat Liu bekerja. Liu tetap mendampingi wanita tersebut hingga ambulans tiba, karena ia melihat bahwa wanita itu sendirian dan dalam keadaan tidak berdaya.
Memutuskan untuk membantu meskipun ada risiko
Aksi Liu mendapatkan pujian tidak hanya karena kecepatan berpikirnya, tetapi juga karena keberaniannya dalam mengambil risiko hukum. Di China, masyarakat umumnya merasa takut untuk membantu korban kecelakaan akibat potensi dituduh sebagai pelaku, seperti yang terjadi dalam kasus terkenal pada tahun 2006. Dalam peristiwa tersebut, seorang pria bernama Peng Yu dituntut oleh seorang wanita lansia yang ia bantu, dan pengadilan justru memutuskan bahwa logika umum menunjukkan bahwa tidak ada orang yang mau membantu tanpa terlibat.
Liu mengakui bahwa istrinya sempat merasakan kekhawatiran akan risiko yang sama. Sebagai bentuk perlindungan hukum, istrinya bahkan merekam aksinya saat membantu korban. Namun, bagi Liu, dorongan untuk menolong merupakan naluri yang melekat dalam profesinya. "Itu adalah insting saya sebagai dokter," ujarnya.