Lionel Messi Jalani Latihan Tambahan Jelang Piala Dunia 2026, Kode Bakal Main?
Lionel Messi, bintang Inter Miami, belum memberikan pernyataan resmi mengenai keikutsertaannya bersama Timnas Argentina di Piala Dunia 2026.
Bintang Inter Miami, Lionel Messi, belum memberikan pengumuman resmi mengenai keikutsertaannya dalam Timnas Argentina untuk Piala Dunia 2026. Ia memilih untuk menunggu hingga saat-saat terakhir guna memastikan apakah ia bisa berada dalam kondisi optimal untuk memimpin timnya.
Messi telah membawa Argentina meraih kejayaan di Piala Dunia 2022 di Qatar, yang menjadi gelar ketiga bagi Argentina setelah 1978 dan 1986. Di usia 35 tahun, mantan bintang Barcelona ini berhasil meraih penghargaan Bola Emas setelah mencetak tujuh gol dan tiga assist dalam perjalanan menuju gelar juara.
Messi juga mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai satu-satunya pemain yang pernah memenangkan Bola Emas dua kali, setelah sebelumnya meraihnya pada tahun 2014.
Dengan penuh rasa berat, banyak penggemar yang menerima kenyataan bahwa kisah heroik Messi di Qatar mungkin menjadi penutup yang sempurna bagi kariernya. Banyak yang memahami bahwa ini kemungkinan besar adalah penampilan terakhirnya di Piala Dunia, dan kemungkinan tersebut tetap ada.
Namun, peraih delapan trofi Ballon d'Or ini terus membela tim yang dijuluki Albiceleste sejak turnamen di Qatar. Ia masih mengenakan seragam Argentina bahkan pada jeda internasional Maret lalu dalam laga persahabatan melawan Mauritania dan Zambia, dan berhasil mencetak satu gol dalam kemenangan telak 5-0 atas Zambia.
Program Latihan Intensif
Pekan lalu, Rodrigo De Paul, rekan setim Lionel Messi di Argentina dan sesama bintang Inter Miami, mengungkapkan program latihan intensif yang mereka jalani di Miami untuk mempersiapkan diri menjelang Piala Dunia 2026. Argentina saat ini menjadi salah satu favorit dalam turnamen tersebut, berada di peringkat ketiga dunia, dan tergabung dalam Grup J bersama Timnas Aljazair, Austria, dan Yordania.
De Paul menjelaskan bahwa ia dan Messi telah meningkatkan intensitas latihan mereka jauh di atas rutinitas standar yang biasa mereka lakukan di Inter Miami. Mereka bahkan sampai menggunakan pelatih pribadi tambahan untuk mendukung program latihan mereka.
"Sekitar dua atau tiga bulan lalu, kami menjalani program latihan tambahan di luar apa yang kami lakukan di klub, dan kami benar-benar bekerja sangat keras untuk mencapai kondisi fisik terbaik," ungkap De Paul kepada Lo del Pollo, sebagaimana dilansir dari Sport Illustrated, pada Senin (18/5/2026).
"Kami menetapkan program latihan dua sesi setiap hari untuk diri kami sendiri, kami juga memiliki pelatih pribadi di sana, dan kami memberikan segalanya," tambahnya.
Peningkatan Signifikan
Walaupun awalnya sesi latihan tambahan disiapkan untuk menghadapi musim panas yang akan datang, ternyata dampak positifnya langsung dirasakan oleh Messi dan De Paul. Messi telah berhasil mencetak 12 gol dan memberikan lima assist dalam 12 pertandingan awal di musim baru Major League Soccer.
Bahkan, pekan lalu, ia memecahkan rekor liga dengan menjadi pemain tercepat dalam sejarah MLS yang mencapai 100 kontribusi gol di musim reguler, hal ini dicapai hanya dalam 64 pertandingan, 31 laga lebih cepat dibandingkan pemegang rekor sebelumnya. Messi juga mencetak hattrick saat membawa Inter Miami meraih kemenangan dramatis 5-3 atas FC Cincinnati dalam laga tandang.
Setelah memulai musim dengan lambat, performa De Paul juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, kemungkinan besar untuk memastikan tempatnya dalam skuad final pilihan pelatih Argentina, Lionel Scaloni.
Pemain berusia 31 tahun tersebut tampil dominan di lini tengah bertahan dan bahkan menunjukkan kecepatan serta kelincahan saat membantu serangan. Hingga saat ini, ia telah mencetak tiga gol dan memberikan tujuh assist. Baik Messi maupun De Paul telah masuk dalam daftar sementara 55 pemain yang dipilih oleh Scaloni.
Pelatih Argentina tersebut dijadwalkan untuk segera mengumumkan skuad resmi yang berisi 26 pemain, sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi seluruh negara peserta, paling lambat pada 1 Juni. Beberapa negara kuat, seperti Timnas Prancis, bahkan telah lebih dulu mengumumkan skuad final mereka.
Sumber: Sport Illustrated