Joan Laporta Kembali Jadi Presiden Barcelona, Lionel Messi Dipersilakan Kembali ke Camp Nou
Joan Laporta menyatakan kesediaannya menerima Lionel Messi kembali ke Camp Nou jika pemain asal Argentina itu ingin pulang.
Kemenangan yang signifikan bagi Joan Laporta dalam pemilihan presiden Barcelona menandai awal yang baru dalam sejarah klub besar Spanyol tersebut.
Selain itu, Laporta juga menyampaikan pesan yang hangat kepada legenda klub, Lionel Messi, dengan menyatakan, "pintu selalu terbuka bagi sang megabintang untuk kembali" jika Messi berminat untuk kembali ke Camp Nou.
Pemilihan yang berlangsung pada hari Minggu, 15 Maret 2026, diikuti oleh 48.480 anggota klub, di mana Laporta berhasil meraih 68,1 persen suara, mengalahkan pesaingnya, Victor Font.
Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang masa jabatannya hingga tahun 2031, tetapi juga memberinya mandat untuk melanjutkan transformasi besar yang telah dimulainya sejak kembali menjabat pada 2021.
Pintu Selalu Terbuka bagi Messi
Dalam pidato kemenangannya, Joan Laporta menyampaikan pesan khusus kepada Lionel Messi, yang meninggalkan Barcelona pada tahun 2021 akibat krisis keuangan klub.
Sejak saat itu, Messi telah menunjukkan performa yang luar biasa bersama Paris Saint-Germain (PSG) di Ligue 1 dan kini bermain untuk Inter Miami di Major League Soccer (MLS).
Meskipun sebelumnya terdapat ketegangan, termasuk tuduhan dari mantan pelatih Barcelona, Xavi, bahwa Laporta menghalangi kepulangan Messi pada tahun 2023, presiden klub kini berusaha membangun jembatan rekonsiliasi.
"Leo akan selalu terhubung dengan Barcelona dengan cara apa pun yang dia inginkan," ungkap Laporta.
"Dia layak mendapat pertandingan penghormatan dan juga patung. Itu akan sangat berarti. Hanya Ladislao Kubala dan Johan Cruyff yang saat ini memiliki patung di stadion."
Selain itu, Laporta menegaskan, "Pintu di Barcelona selalu terbuka untuknya, kapan pun dia mau, agar bisa terus memperkuat dan membawa kejayaan bagi institusi ini."
Pernyataan tersebut mencerminkan usaha Laporta untuk memperbaiki hubungan yang pernah renggang, sekaligus menghormati warisan Messi di Camp Nou.
Dengan langkah ini, Laporta menunjukkan komitmennya untuk menjaga hubungan baik dengan salah satu legenda terbesar klub.
Kembali ke Akar
Joan Laporta menjabat sebagai presiden FC Barcelona untuk pertama kalinya dari tahun 2003 hingga 2010, sebuah periode yang dikenal sebagai masa kejayaan klub tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, Barcelona berhasil menjadi kekuatan utama di Eropa dengan meraih berbagai gelar, termasuk La Liga dan Liga Champions, yang banyak dipengaruhi oleh kemunculan Lionel Messi sebagai bintang dunia.
Namun, keputusan untuk mengembalikan Laporta pada tahun 2021 membawa perubahan signifikan, termasuk keluarnya Messi ke Paris Saint-Germain akibat masalah finansial yang dihadapi klub. Kepergian Messi meninggalkan kesedihan yang mendalam di hati para penggemar.
Saat ini, dengan laporan bahwa kondisi keuangan klub mulai membaik dan proyek renovasi Camp Nou sedang berlangsung, Joan Laporta berambisi untuk membangun kembali fondasi tim yang kokoh, baik untuk tim pria maupun wanita.
Visi ke Depan
Saat ini, Barcelona berada di puncak klasemen La Liga dan memiliki ambisi untuk melaju ke perempat final Liga Champions. Dalam konteks ini, Laporta menyampaikan prioritas utama klub untuk lima tahun ke depan:
"Untuk terus membangun tim hebat dengan Flick di bangku pelatih. Untuk meraih gelar, karena itulah yang dicintai fans, tetapi juga untuk bermain dengan indah," ungkapnya.
Dia juga menambahkan, "Dan untuk menyelesaikan renovasi stadion di tengah masa jabatan, karena ini menjamin masa depan klub secara finansial sekaligus menyediakan venue yang layak untuk menghadirkan pertunjukan di lapangan."
Laporta menekankan pentingnya memperkuat tim wanita Barcelona, yang kini menjadi salah satu kekuatan utama dalam sepak bola wanita Eropa. Selain itu, ia juga menyoroti perlunya memperluas basis ekonomi klub.
"Kami ingin tim wanita tetap sangat kompetitif dan terus tumbuh secara ekonomi. Tahun-tahun terbaik dalam hidup kita masih menanti di depan," tegasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Barcelona berusaha untuk tidak hanya meraih kesuksesan di lapangan, tetapi juga memastikan keberlanjutan finansial klub di masa depan.
Harapan Messi untuk kembali ke Camp Nou
Walaupun saat ini Lionel Messi telah berusia 38 tahun, ia masih mampu menunjukkan performa yang luar biasa. Dengan membawa Inter Miami meraih gelar MLS Cup 2025 serta dua penghargaan MVP liga secara berturut-turut, Messi tetap menjadi sorotan.
Namun, ada kesan bahwa hatinya masih terikat pada Barcelona. Pada bulan November 2025, ia membagikan momen emosional saat menjelajahi Camp Nou yang sedang dalam proses renovasi melalui akun media sosialnya.
Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan: "Tadi malam, saya kembali ke tempat yang sangat saya rindukan dari lubuk hati. Ini tempat di mana saya merasa sangat bahagia, tempat di mana kalian membuat saya merasa seperti orang paling bahagia di dunia berkali-kali. Saya berharap suatu hari nanti saya bisa kembali, dan bukan hanya untuk mengucapkan selamat tinggal sebagai pemain, karena saya tak pernah sempat melakukannya..."
Kutipan tersebut semakin menguatkan harapan bagi jutaan penggemar Barcelona bahwa suatu saat Messi akan kembali, bahkan jika hanya untuk laga perpisahan atau dalam kapasitas lain yang lebih resmi.
Dengan pernyataan bahwa pintu untuk kembali terbuka dari Presiden Joan Laporta, impian tersebut terasa semakin mungkin untuk terwujud.
Banyak suporter yang berharap Messi akan memiliki kesempatan untuk kembali ke klub yang telah membesarkan namanya, sehingga momen indah itu dapat terulang kembali di masa depan.
Sumber: Deadspin