Darren Fletcher Jadi Manajer Interim MU, Langsung Minta Restu Sir Alex Ferguson
Darren Fletcher menyatakan bahwa ia meminta izin dari Sir Alex Ferguson sebelum menerima peran sebagai pelatih sementara di Manchester United (MU).
Darren Fletcher mengungkapkan terlebih dahulu meminta izin kepada Sir Alex Ferguson sebelum menerima tanggung jawab sebagai pelatih interim Manchester United (MU). Fletcher akan memimpin tim Setan Merah dalam laga tandang Premier League melawan Burnley yang akan berlangsung tengah pekan ini, setelah pemecatan Ruben Amorim.
Sebagai mantan gelandang MU, Fletcher diperkirakan masih akan menjabat sebagai manajer interim ketika timnya berhadapan dengan Brighton di babak ketiga Piala FA pada akhir pekan ini.
Keputusan Fletcher untuk mengambil alih posisi pelatih MU tidak terlepas dari diskusinya dengan Sir Alex Ferguson, yang kini berusia 84 tahun. Ferguson hadir langsung di Elland Road saat Amorim menjalani pertandingan terakhirnya sebagai pelatih MU, yang berakhir dengan skor imbang 1-1 melawan Leeds.
Setelah pertandingan tersebut, Amorim mengadakan konferensi pers yang kontroversial, yang akhirnya berujung pada pemecatannya.
Minta Restu Sir Alex
Darren Fletcher secara terbuka mengatakan dirinya meminta restu kepada Sir Alex Ferguson sebelum menerima tugas sebagai Manajer Interim MU.
“Saya tidak suka membuat keputusan besar tanpa berbicara dengan Sir Alex,” ujar Fletcher, yang kini berusia 41 tahun.
"Saya punya hubungan yang sangat baik dengan Sir Alex, jadi saya ingin berbicara dengannya lebih dulu dan, sejujurnya, meminta restunya. Menurut saya, dia pantas mendapatkan rasa hormat itu."
"Saya ingin menyampaikan pemikiran saya kepadanya dan dia sependapat. Ketika Anda bekerja untuk klub ini, tugas Anda adalah memberikan yang terbaik untuk Manchester United. Itu prinsip yang selalu saya pegang. Mendengar dukungan darinya terasa sangat menenangkan," tambahnya.
Soal Kritik
Salah satu pernyataan keras Amorim dalam konferensi pers terakhirnya adalah kritik terhadap para petinggi klub yang dinilainya terlalu memperhatikan opini para pundit, khususnya mantan kapten MU, Gary Neville.
Fletcher, yang pernah satu ruang ganti dengan Neville dan sejumlah mantan pemain MU lainnya, mengakui mereka masih ia anggap sebagai teman. Namun, ia menilai kritik adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sebagai pemain MU.
"Anda tidak bisa meminta mereka untuk lebih lunak. Mereka orang-orang yang penuh gairah, punya hak atas opini mereka, dan mereka sangat bagus,” kata Fletcher.
"Mereka menarik untuk didengarkan. Saya menikmati mendengarkan mereka. Dulu, saya bertahun-tahun mendengarkan mereka di ruang ganti dan menyerap semuanya."
"Tekanan dari luar memang sulit, karena para pemain itu telah memenangkan segalanya. Mereka punya kesuksesan dan trofi. Sulit membalas kritik mereka karena mereka bisa meletakkan medali di atas meja."
"Tapi itulah arti menjadi pemain MU. Terima kenyataan itu, pelajari cara menghadapinya, dan nikmati tantangannya," lanjutnya.
Sumber: BBC