Cole Palmer Laris Manis: Diincar Manchester United, Real Madrid, dan Bayern Munchen
Beberapa klub papan atas Eropa, seperti Manchester United, Real Madrid, dan Bayern Munchen, dilaporkan sedang bersaing untuk merekrut Cole Palmer.
Cole Palmer dilaporkan mulai merasa tidak nyaman di Chelsea dan berkeinginan untuk meninggalkan klub pada musim panas ini. Beberapa klub besar Eropa, termasuk Manchester United, Real Madrid, dan Bayern Munchen, dikabarkan tertarik untuk merekrutnya.
Namun, klub-klub tersebut harus siap mengeluarkan dana yang tidak sedikit jika ingin mendapatkan pemain tengah Timnas Inggris ini. Menurut laporan dari The Sun, Senin (30/3/2026), Chelsea hanya akan melepas Cole Palmer dengan harga transfer mencapai 150 juta poundsterling (setara dengan Rp3,3 triliun).
Salah satu alasan utama yang membuat Palmer merasa frustrasi di Chelsea adalah perubahan strategi taktik di bawah pelatih Liam Rosenior. Dia merasa bahwa sistem baru ini membatasi ruang geraknya di lapangan, yang pada gilirannya berdampak negatif pada performanya.
Selain itu, Palmer juga merindukan kerja sama dengan striker Nicolas Jackson, yang saat ini sedang dipinjamkan ke Bayern Munchen. Musim lalu, kombinasi keduanya terbukti efektif, di mana Palmer berhasil mencetak 18 gol dan memberikan 14 assist, berkat dukungan pergerakan serta kecepatan Jackson di lini depan. Sayangnya, musim ini tidak berjalan sesuai harapan bagi Cole Palmer.
Alami Penurunan Performa
Selain dihantui oleh cedera pada pangkal paha dan jari kaki, performa Cole Palmer juga mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Dari total 25 pertandingan di berbagai ajang yang telah dilakoni musim ini, ia hanya mampu mencetak 10 gol dan memberikan tiga assist.
Di sisi lain, Chelsea juga sedang mengalami masa sulit. Saat ini, The Blues terjebak di peringkat keenam klasemen sementara Premier League dan terancam tidak mendapatkan tiket untuk berlaga di Liga Champions musim depan.
Keadaan semakin memburuk setelah Chelsea disingkirkan oleh Paris Saint-Germain dengan agregat mencolok 2-8 pada babak 16 besar Liga Champions, serta mengalami kekalahan 0-3 dari Everton di Premier League.
Manchester United Jadi Pilihan Menarik
Kekecewaan Palmer sempat terlihat di lapangan, di mana dia menunjukkan rasa frustrasi kepada rekan setimnya, Neto, karena dianggap menghalangi peluangnya untuk melepaskan tembakan dalam salah satu pertandingan.
Meskipun demikian, sumber internal mengungkapkan bahwa Palmer tetap bersikap profesional dan tidak menyerah meskipun menghadapi musim yang sulit.
Palmer dikenal sebagai penggemar Manchester United sejak kecil, sehingga peluangnya untuk bergabung dengan Old Trafford menjadi semakin terbuka.
Ini diperkuat dengan adanya Jason Wilcox, yang kini menjabat sebagai direktur sepak bola Manchester United, dan pernah menjadi kepala akademi di Manchester City saat Palmer mengawali kariernya. Wilcox bahkan pernah memprediksi bahwa salah satu lulusan akademi City, termasuk Palmer, memiliki potensi untuk meraih Ballon d'Or.
Chelsea Ingin Pertahankan Palmer
Rumor mengenai transfer semakin beredar, namun Chelsea tetap menganggap Palmer sebagai pemain yang tidak akan dijual.
Pemain berusia 23 tahun ini masih memiliki kontrak jangka panjang dengan The Blues yang berlaku hingga 30 Juni 2033. Meskipun demikian, jika Chelsea tidak berhasil lolos ke Liga Champions, kemungkinan untuk mempertahankan Palmer diperkirakan akan semakin sulit.
Sumber: The Sun