Atep Sarankan PSSI Tunjuk Pelatih Asal Eropa bagi Timnas Indonesia, Ini Alasannya
Atep, mantan kapten Persib Bandung, memberikan pendapatnya mengenai posisi pelatih Timnas Indonesia yang hingga kini belum terisi.
Mantan kapten Persib Bandung, Atep, memberikan pendapat mengenai posisi pelatih Timnas Indonesia yang masih kosong setelah PSSI menyudahi kerja sama dengan Patrick Kluivert.
Ia berpendapat PSSI sebaiknya mempertimbangkan pelatih asal Eropa untuk menukangi skuad Garuda di periode mendatang. Menurut Atep, banyaknya pemain keturunan yang berkarier di Eropa membuat pelatih dari benua tersebut lebih memahami karakter dan gaya bermain mereka.
Ia meyakini bahwa pendekatan taktik ala Eropa akan lebih sesuai untuk diterapkan pada Timnas Indonesia, yang kini diisi oleh pemain yang berasal dari klub-klub di Belanda, Inggris, dan Jerman.
"Mayoritas pemain Timnas saat ini kan banyak yang berdarah Belanda dan bermain di Eropa. Jadi pengenalan karakter menurut saya tidak akan makan waktu lama kalau pelatihnya juga dari Eropa," kata Atep.
"Penekanannya mungkin lebih ke gaya mainnya, bisa disesuaikan dengan karakter pemain Timnas. Misalnya, Jerman itu Gegenpressing, kayaknya cocok buat pemain-pemain kita," imbuh dia.
Komentar Atep muncul di tengah spekulasi tentang siapa yang akan menggantikan Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia. Beberapa nama pelatih asing dari Jerman, Portugal, hingga Spanyol kabarnya sedang dipertimbangkan oleh PSSI. Namun, sampai saat ini federasi belum mengumumkan siapa yang akan mengisi posisi tersebut.
Sesuai Kebutuhan Timnas Indonesia
Atep menjelaskan pelatih yang berasal dari Eropa umumnya menerapkan pendekatan yang modern dan memiliki disiplin tinggi dalam sistem latihan, dua aspek yang sangat diperlukan oleh Timnas Indonesia saat ini.
Ia juga menambahkan pelatih dari benua tersebut biasanya memiliki pemahaman taktik yang mendalam, termasuk dalam hal membangun pressing, transisi, dan menciptakan struktur permainan yang kokoh.
“Kalau kita lihat tim-tim Eropa, gaya main mereka cepat dan disiplin. Saya rasa itu bisa cocok dengan karakter pemain kita yang punya kecepatan dan semangat tinggi,” ujar eks winger Persib tersebut.
“Apalagi kalau pelatihnya punya pengalaman melatih di level klub Eropa, pasti akan membawa warna baru untuk Timnas.”
Sebelumnya, beberapa pelatih asal Eropa juga pernah melatih Timnas Indonesia, seperti Alfred Riedl dan Simon McMenemy. Meskipun hasil yang dicapai bervariasi, Atep percaya bahwa pengalaman-pengalaman tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi PSSI dalam memilih pelatih yang benar-benar tepat dan memiliki visi jangka panjang.
PSSI Diminta Segera Umumkan Pelatih Baru
Atep menekankan pentingnya PSSI untuk segera menunjuk pengganti Patrick Kluivert, selain membahas latar belakang pelatih.
Ia mengingatkan bahwa waktu persiapan menuju kompetisi internasional berikutnya sangat terbatas, sehingga penunjukan pelatih harus dilakukan secepat mungkin.
"Kalau menurut saya, lebih cepat lebih baik. Karena pelatih baru juga butuh waktu untuk mengenal budaya sepak bola kita dan karakter pemain yang dimiliki," kata Atep.
"Kalau nanti baru ditunjuk pada Maret, itu terlalu mepet, apalagi ada agenda lain seperti AFF yang juga sudah dekat. Waktu persiapan bisa jadi terlalu sempit."
Atep percaya bahwa semakin cepat pelatih baru mulai bekerja, semakin besar kemungkinan untuk membangun dasar permainan dan beradaptasi dengan para pemain.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pergantian pelatih nasional tidak hanya tentang mencari sosok yang terkenal, tetapi juga sosok yang memahami dinamika sepak bola di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan pelatih baru dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan tim nasional.