Apakah Persija Jakarta Punya Kans Berlaga di ASEAN Club Championship Musim Depan? Berikut Penjelasan dari I.League
ASEAN Cup telah menjadi salah satu turnamen yang memiliki reputasi tinggi dalam beberapa musim terakhir.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengungkapkan bahwa ada kemungkinan klub yang berada di peringkat ketiga BRI Super League 2025/2026 dapat berpartisipasi dalam ASEAN Club Championship di musim yang akan datang. Saat ini, Indonesia dipastikan akan tetap memiliki wakil dalam kompetisi AFC pada tahun depan.
Juara BRI Super League akan lolos ke babak playoff AFC Champions League (ACL) 2, sementara runner-up akan maju ke playoff AFC Challenge League (ACGL).
Di sisi lain, I.League juga mulai mempertimbangkan kemungkinan jadwal yang padat yang akan dihadapi oleh klub-klub, mengingat bahwa klub yang berlaga di tingkat Asia mungkin juga harus mengikuti ASEAN Club Championship.
"Satu lagi ya, harapan kita mudah-mudahan bisa diberikan slot tambahan. Namun, sekali lagi saya agak berhati-hati menyampaikan ini karena ini bukan sebuah janji, ini kan upaya," kata Asep Saputra.
"Kalau memang bisa diberikan kepada peringkat tiga. Kalau berdasarkan regulasinya memang harus satu dan dua, tapi sekali lagi kita menunggu saja karena AFF nanti akan merilis. Jadi mohon juga jangan disalahartikan pernyataan saya menyampaikan, 'Oh sudah...', belum," tambahnya.
Rencanakan Berbagai Kemungkinan
BRI Super League 2025/2026 hanya menyisakan dua pertandingan. Namun, diperkirakan posisi di papan atas klasemen tidak akan banyak berubah. Juara dan runner-up saat ini diperebutkan oleh Persib Bandung dan Borneo FC, sementara peringkat ketiga sudah diamankan oleh Persija Jakarta.
Asep Saputra mengungkapkan bahwa penambahan peserta dalam ASEAN Club Championship menjadi salah satu faktor yang membuka peluang untuk slot tambahan. Ia menyebutkan bahwa jumlah tim yang mengikuti turnamen Asia Tenggara tersebut diprediksi akan meningkat menjadi 14 tim. Hal ini membuat I.League mulai merencanakan berbagai kemungkinan untuk pembagian wakil Indonesia.
Pihaknya juga perlu mempertimbangkan jadwal klub-klub yang akan berlaga di Asia.
"Jadi kita berupaya karena memang kita sangat ketat sekali. Karena kita dengar juga ASEAN Club Championship pesertanya nambah jadi 14 kan. Kalau bisa berhitung misalnya kita Super League, lalu ada yang main ACL, pasti mereka akan isi yang kosong-kosong. Nah jadwalnya pasti kita akan terima nanti," jelas Asep.
Agenda Padat
Asep Saputra juga mengungkapkan bahwa musim depan akan dipenuhi dengan berbagai agenda yang padat. Selain harus menghadapi AFC dan ASEAN Club Championship, mereka juga perlu memikirkan turnamen lain yang mungkin akan dilaksanakan, seperti turnamen pendamping kompetisi, contohnya Piala Liga.
"Belum kan ada aspirasi soal turnamen Liga Cup dan lain-lain kan juga harus naruh juga. Jadi memang itu bagaimana kita memastikan jadwal ini bisa dipakai," imbuh Asep. Dengan demikian, pihaknya berusaha untuk merencanakan dan mengatur semua jadwal agar dapat digunakan secara efektif untuk semua kompetisi yang ada.