Venezia Terjebak di Zona Degradasi Serie A, Begini Reaksi Bang Jay Idzes
Kapten Venezia, Jay Idzes, bertekad kuat menyelamatkan klubnya dari risiko degradasi.
Kapten Venezia, Jay Idzes, menunjukkan komitmen yang kuat untuk menyelamatkan timnya dari risiko terdegradasi. Ia bertekad untuk memastikan bahwa I Lagunari mampu bertahan di Serie A untuk musim yang akan datang. Dalam pertandingan lanjutan Serie A 2024/2025 pekan ke-25, Venezia kembali mengalami kekalahan.
Bek Timnas Indonesia ini kembali diturunkan sebagai starter dan mengenakan ban kapten di lengan kirinya. Pada laga yang berlangsung di Stadion Luigi Ferraris, Selasa (18/2/2025) dini hari WIB, tim yang dikenal dengan sebutan I Lagunari harus mengakui keunggulan tuan rumah Genoa dengan skor 0-2. Ini merupakan kekalahan ketiga berturut-turut yang harus ditanggung oleh Venezia.
Kekalahan dari Genoa membuat posisi Venezia semakin terpuruk di klasemen, tertahan di peringkat ke-19 dengan perolehan 16 poin dari 25 pertandingan yang telah dilakoni. Jurang degradasi semakin lebar, dan situasi ini membuat Venezia terancam untuk kembali turun ke Serie B.
Dengan hasil yang terus memburuk, tantangan bagi Jay Idzes dan rekan-rekannya semakin berat. Mereka harus segera menemukan cara untuk bangkit agar tidak terjerumus lebih dalam ke zona degradasi dan berjuang untuk mempertahankan tempat mereka di liga tertinggi Italia.
Masih memiliki peluang
Venezia baru saja berhasil promosi ke Serie A pada musim ini dan saat ini mereka berada di posisi ke-19 dengan total 16 poin. Tim ini baru mencatatkan tiga kemenangan, tujuh hasil imbang, dan mengalami 15 kekalahan. Kemenangan terakhir yang diraih oleh Venezia terjadi pada pekan ke-17, tepatnya pada tanggal 22 Desember 2024. Pada pertandingan tersebut, "I Lagunari susah payah menjinakkan tamunya Cagliari di Stadion Pier Luigi Penzo."
Saat ini, Venezia tertinggal lima poin dari posisi ke-17 yang ditempati oleh Empoli. Meskipun demikian, mereka masih memiliki peluang untuk keluar dari zona degradasi.
Dengan 13 pertandingan tersisa, Venezia memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Setiap laga yang akan datang menjadi sangat krusial bagi mereka untuk mengumpulkan poin dan menghindari penurunan ke divisi yang lebih rendah.
Tim ini perlu memperbaiki performa dan meningkatkan hasil akhir agar bisa bertahan di Serie A. Dengan semangat juang yang tinggi, Venezia diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan yang ada untuk meraih hasil positif di sisa kompetisi.
Siap menjadikan Lazio sebagai sasaran
Venezia harus segera melakukan perbaikan dalam sisa musim ini agar tidak terjerumus lebih dalam ke zona degradasi. Pada akhir pekan ini, tim yang dilatih Eusebio Di Francesco akan menghadapi Lazio di Stadion Pier Luigi Penzo pada hari Sabtu (22/2/2025). Kemenangan atas Lazio menjadi satu-satunya jalan untuk meraih poin yang sangat dibutuhkan. Tanpa tambahan poin, peluang Venezia untuk terhindar dari degradasi yang saat ini juga dialami oleh Parma dan Monza akan semakin menipis.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pemain tim, "Kini kami punya 13 pertandingan tersisa, dan kami harus memberikan segalanya, dimulai dengan laga kandang berikutnya melawan Lazio," terangnya yang dilansir dari laman resmi klub Venezia.
Dia menegaskan pentingnya setiap pertandingan yang akan dilalui, "Kami perlu membawa pulang poin karena mulai sekarang hingga akhir musim, setiap pertandingan dan setiap poin akan menjadi krusial," lanjut pemain berusia 24 tahun tersebut.
Peran Bang Jay
Sejak awal musim ini, Jay Idzes telah menarik perhatian banyak orang. Ia mencatatkan sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil di Serie A, liga tertinggi sepak bola Italia, pada tanggal 25 Agustus 2024, saat bertanding melawan Fiorentina di pekan kedua. Dalam pertandingan tersebut, Idzes langsung diturunkan sebagai starter di Stadion Artemio Franchi. Ia beraksi selama 68 menit dan hampir mencetak gol pada debutnya bersama Venezia, yang menunjukkan potensi besarnya.
Setelah debutnya yang mengesankan, Jay Idzes terus menjadi pilihan utama dan tak tergantikan dalam 23 pertandingan berikutnya, termasuk laga melawan Genoa yang berlangsung dini hari tadi. Pencapaian luar biasanya semakin lengkap ketika ia berhasil mencetak gol pertamanya di Serie A saat melawan Juventus pada pekan ke-16. Keberhasilan ini menambah catatan positif dalam kariernya di kompetisi yang sangat kompetitif ini.
Sumber: Venezia