Federasi Sepak Bola Jepang Ungkap Hasil Scouting Kekuatan Timnas Indonesia
Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) telah merilis laporan pemantauan yang mengulas kekuatan Timnas Indonesia menjelang pertandingan melawan Jepang.
Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) telah merilis laporan pemantauan mengenai kekuatan Timnas Indonesia menjelang pertandingan melawan Jepang di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Pertandingan antara Timnas Jepang dan Timnas Indonesia ini dijadwalkan berlangsung di Suita City Football Stadium, Suita, pada Selasa (10/6/2025) malam WIB.
Sebelum laga tersebut, JFA mengeluarkan artikel di situs resmi mereka yang membahas hasil analisis terhadap kekuatan skuad Merah Putih yang berambisi untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Dalam laporan tersebut tertulis, "Scouting Report. Timnas Indonesia, tim yang mengejar mimpi yang telah lama dinanti di bawah arahan pelatih baru dan dengan skuad yang diperkuat oleh bakat kelahiran Belanda," yang menunjukkan perhatian mereka terhadap perkembangan tim.
JFA juga menyoroti beberapa pemain yang kini membela Timnas Indonesia, termasuk tiga pemain keturunan yang menarik perhatian Samurai Biru, salah satunya adalah Ole Romeny yang telah mencetak dua gol dalam dua pertandingan pertamanya.
Laporan tersebut menyatakan, "Skuad yang kini diisi pemain-pemain kunci kelahiran Belanda seperti penyerang berbakat Ragnar Oratmangoen dan penjaga gawang Maarten Paes semakin diperkuat dengan bergabungnya penyerang Ole Romeny, yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada bulan Februari dan mencetak dua gol dalam dua penampilan pertamanya pada bulan Maret."
Selain itu, Marselino Ferdinan juga disebutkan sebagai satu-satunya pemain lokal yang berhasil tampil menonjol dalam beberapa pertandingannya bersama skuad Merah Putih di babak kualifikasi ini. Laporan itu mencatat,
"Pemain menonjol lainnya adalah gelandang berusia 20 tahun Marselino Ferdinan, salah satu dari sedikit talenta lokal, yang mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Arab Saudi pada bulan November lalu," yang menunjukkan bahwa potensi lokal juga mendapat perhatian dari JFA.
Pelatih baru telah hadir
JFA juga membahas mengenai perubahan pelatih yang dilakukan oleh PSSI. Saat ini, Patrick Kluivert, yang mulai menjabat pada Januari 2025, akan memimpin skuad Garuda dalam upaya mengejar impian untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
"Pada Januari lalu kendali manajerial tim diserahkan dari pelatih Korea Selatan Shin Tae-yong kepada pelatih asal Belanda Patrick Kluivert. Sosok legendaris Tim Nasional Belanda, Kluivert menikmati karier bermain yang gemilang di klub-klub," tulis JFA.
"Dia pernah bermain di Ajax (Belanda), AC Milan (Italia), dan FC Barcelona (Spanyol). Di bawah kepemimpinannya, Indonesia akhirnya berharap dapat mewujudkan impian mereka yang telah lama ditunggu-tunggu untuk lolos ke Piala Dunia kedua," lanjutnya.
Perubahan ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi tim nasional Indonesia. Dengan pengalaman dan prestasi yang dimiliki Kluivert, diharapkan dapat meningkatkan performa skuad Garuda. "Kluivert adalah sosok yang telah terbukti sukses di berbagai klub besar Eropa," tambah JFA.
"Dengan latar belakangnya yang kuat, dia diharapkan bisa menularkan semangat juang kepada para pemain untuk mencapai target yang ambisius ini."
Ulas pertemuan pertama di GBK
JFA juga mencatat pertemuan perdana antara Timnas Indonesia dan Jepang yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, pada tanggal 15 November 2024. Dalam pertandingan tersebut, meskipun skuad Garuda mengalami kekalahan dengan skor 0-4 dari Samurai Biru, peluang emas yang tercipta di awal laga menunjukkan bahwa anak asuh Hajime Moriyasu harus tetap waspada.
Pemain Timnas Jepang, Koki Machida, mengungkapkan bahwa jika peluang yang dimiliki Timnas Indonesia berhasil menjadi gol, maka hasil akhir pertandingan bisa saja berbeda.
Koki Machida menyatakan, 'Jika kami kebobolan dari peluang awal itu, pertandingan bisa saja berakhir dengan hasil yang sama sekali berbeda'.