Terkadang Risih, Dea Annisa Masih Akrab dengan Panggilan Dea Imut 'Sekarang Sih Udah Biasa Aja'
Sejak kecil, Dea Annisa telah dikenal oleh masyarakat melalui berbagai sinetron dan acara televisi dengan julukan Dea Imut.
Nama Dea Annisa sudah dikenal luas oleh masyarakat sejak masa kecilnya melalui berbagai sinetron dan acara televisi. Meskipun kini usianya telah menginjak tiga puluh tahun, julukan "Dea Imut" tetap melekat kuat pada dirinya.
Dea Annisa mengakui bahwa ia tidak dapat menghindari sebutan yang telah menjadi identitasnya. Ia menyadari bahwa panggilan Dea Imut sudah sangat akrab sejak awal kariernya di dunia hiburan.
“Ya mau gimana lagi, itu kan udah jadi ciri khas dari kecil juga. Nggak bisa juga yang 'jangan panggil Dea Imut dong',” ungkap Dea Annisa ketika berada di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, saat mengikuti turnamen billiard selebriti pada Minggu (27/7). Ia berharap agar ke depannya dapat lebih dikenal melalui karya-karyanya. “Dea Imut kan yang buat aku dikenal dari kecil,” tambah Dea Annisa.
Dea Awalnya Merasa Tidak Nyaman
Dea awalnya merasa tidak nyaman ketika sering dipanggil dengan nama Dea Imut. Namun, perempuan yang lahir pada tahun 1995 itu mengaku kini sudah tidak terlalu memikirkan hal tersebut dan menyadari bahwa imej tersebut sudah melekat kuat pada dirinya.
"Awal-awal sih risih, cuma sekarang sih udah biasa aja. Kayak ya udah, emang udah panggilan aku ya mau gimana," ujarnya.
Selain itu, Dea juga mengungkapkan bahwa banyak orang masih menganggapnya sebagai sosok yang anak-anak. Padahal, ia menekankan bahwa usianya kini sudah tidak muda lagi.
"Sering banget, padahal sekarang aku udah 30 tahun. Jadi terlalu sering dengan hal itu. Cuma Dea Imut itu udah ada dari kecil," tuturnya.
Ingin Dipanggil Nama Asli
Dea mengakui keinginannya untuk dipanggil dengan nama aslinya. Meskipun demikian, ia tetap menghormati orang-orang yang masih terbiasa memanggilnya dengan julukan yang lama. "Dea Annisa sih, cuma kalau emang masih banyak yang panggil Dea Imut ya aku nggak apa-apa," pungkas Dea Annisa.
Ia menyadari bahwa setiap orang memiliki kebiasaan masing-masing dalam memanggilnya. Oleh karena itu, walaupun ia lebih suka nama yang sebenarnya, Dea tidak merasa keberatan jika ada yang tetap menggunakan nama panggilan lamanya.