Tak Banyak yang Tahu, 5 Karakter Marvel Cinematic Universe Ini Ternyata Punya Masa Lalu Kelam
Deretan karakter dari Marvel Cinematic Universe yang memiliki latar belakang yang suram.
Di balik aksi heroik dan kekuatan luar biasa para karakter Marvel dalam Cinematic Universe, terdapat cerita masa lalu yang kelam dan penuh luka. Beberapa tokoh mengalami trauma yang mendalam, sehingga menjadikan mereka sosok tangguh dengan beban emosional yang berat.
Artikel ini mengajak pembaca untuk mengenal lebih dekat karakter-karakter di Marvel Cinematic Universe yang memiliki latar belakang kelam. Dari pengalaman pengkhianatan hingga penyiksaan, inilah gambaran para pahlawan yang harus menghadapi penderitaan sebelum terlibat dalam kisah epik Marvel.
Siapa saja mereka? Simak ulasannya berikut ini:
Nebula
Nebula mengalami trauma yang berkepanjangan sebagai anak angkat Thanos. Dia selalu dipaksa untuk bersaing dengan Gamora dalam berbagai misi yang sangat berbahaya.
Setiap kali ia kalah, Thanos tidak segan-segan untuk memodifikasi tubuhnya dengan cara yang menyakitkan, mengganti bagian organik dengan mesin cybernetic tanpa rasa belas kasihan. Penyiksaan yang dilakukan secara sistematis ini mengubah Nebula dari ras Luphomoid yang semula cantik menjadi seorang cyborg yang penuh dengan luka emosional dan fisik.
Dalam GUARDIANS OF THE GALAXY dan AVENGERS: ENDGAME, trauma yang dialaminya di masa lalu membuatnya sulit untuk mempercayai orang lain dan selalu merasa tidak berharga jika dibandingkan dengan saudara angkatnya.
Wanda Maximoff
Wanda Maximoff lahir dan dibesarkan di Sokovia, sebuah negara yang mengalami konflik berkepanjangan dan menjadi zona perang yang sangat berbahaya. Ketika dia dan saudaranya, Pietro, berusia 10 tahun, kedua orang tua mereka meninggal dunia akibat serangan bom.
Peristiwa itu pun meninggalkan bekas luka emosional yang mendalam bagi mereka. Kehilangan terus membayangi hidup Wanda hingga ia dewasa; saudaranya, Pietro, tewas dalam AVENGERS: AGE OF ULTRON.
Sementara Vision dibunuh oleh Thanos dalam AVENGERS: INFINITY WAR. Trauma yang berkepanjangan ini membuatnya kehilangan kendali dalam WANDAVISION, di mana ia menciptakan realitas alternatif sebagai cara untuk melarikan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan.
Sylvie
Sylvie mengalami masa kecil yang sangat menyedihkan ketika Time Variance Authority (TVA) menangkapnya karena dianggap telah melakukan kesalahan pada timeline, sebuah kesalahan yang tidak pernah dijelaskan kepadanya. Sejak kecil, ia terpaksa hidup sebagai buronan, selalu berusaha menghindari kejaran petugas TVA yang ingin menghapusnya dari keberadaan.
Pengalaman bertahun-tahun dalam pelarian membuat Sylvie menjadi sosok yang keras dan sulit mempercayai orang lain, serta dipenuhi dengan kemarahan terhadap sistem yang menindasnya.
Dalam serial LOKI, hasratnya untuk membalas dendam kepada TVA dan menghancurkan organisasi yang merusak masa kecilnya menjadi pendorong utama di balik setiap tindakan yang diambilnya.
Isaiah Bradley
Isaiah Bradley merupakan simbol dari veteran kulit hitam yang sering diabaikan dalam sejarah Amerika, meskipun ia telah memberikan banyak pengorbanan untuk negaranya. Sebagai salah satu subjek dalam eksperimen Super Soldier pada masa Perang Dunia II, ia mengalami berbagai bentuk penyiksaan dan eksperimen medis yang tidak manusiawi selama bertahun-tahun tanpa adanya persetujuan dari dirinya.
Setelah kembali dari perang, alih-alih mendapatkan penghormatan sebagai pahlawan, Isaiah justru dijadikan kelinci percobaan oleh pemerintah Amerika selama beberapa dekade. Dalam THE FALCON AND THE WINTER SOLDIER, kisahnya mengungkapkan sisi gelap dari program Super Soldier serta rasisme sistemik yang mengabaikan pengorbanan para pahlawan kulit hitam.
Peter Quill
Peter Quill mengalami trauma yang sangat mendalam pada hari yang sama, yaitu kehilangan ibunya akibat kanker dan diculik oleh kelompok Ravagers yang dipimpin oleh Yondu. Di usia delapan tahun, ia hidup dalam ketakutan yang terus-menerus karena Yondu sering mengancam akan membiarkan anak buahnya memakan Peter jika ia tidak mengikuti perintah yang diberikan.
Pengalaman traumatis masa kecilnya terus berlanjut saat ia dewasa, terutama dalam GUARDIANS OF THE GALAXY VOL. 2, ketika ia mengetahui Ego, ayah kandungnya, adalah pembunuh ibunya serta ratusan anak lainnya. Kehilangan Yondu, yang akhirnya menjadi sosok ayah yang sejati baginya, serta kehilangan Gamora dalam AVENGERS: INFINITY WAR, membuat hidup Peter dipenuhi dengan rasa duka yang mendalam.