Pedangdut Hari Putra Ungkap Alasannya Ubah Arah Musik Jadi Genre Melayu yang Dimulai dari Zapin Hati Melayang
Setelah berdiskusi dengan pihak label rekaman, penyanyi dangdut Hari Putra memutuskan untuk beralih ke genre musik Melayu.
Hari Putra, seorang penyanyi dangdut yang awalnya dikenal sebagai peserta Liga Dangdut Indonesia (LIDA), kini sedang melakukan perubahan dalam karir musiknya. Setelah meluncurkan beberapa single yang sangat kental dengan nuansa dangdut, ia mulai mengalihkan fokusnya ke genre musik Melayu. Perubahan ini ditandai dengan rilisnya lagu berjudul "Zapin Hati Melayang". Sesuai dengan namanya yang terinspirasi dari tarian tradisional Melayu (Zapin), lagu ini memiliki irama yang ceria dan penuh semangat, yang sangat berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya seperti "Ku Rela Kau Pilih Dia" dan "Lagu Cinta".
Keputusan ini diambil setelah Hari Putra berdiskusi dengan pihak label rekaman. Mereka menyadari bahwa lagu-lagu yang telah dirilis sebelumnya tidak memiliki kesatuan yang jelas.
Mengingat latar belakangnya sebagai penyanyi Melayu, konsep baru ini pun akhirnya dipilih. "Jadi aku memang sempat dapat masukan dari tim label, 'Hari, single kamu itu belum ada benang merahnya.
Karena single perdana kamu itu adalah dangdut kontemporer. Kedua pop Melayu, terus tiba-tiba ke dangdut klasik. Jadi tidak ada ciri khasnya, sedangkan seorang penyanyi itu harus ada ciri khasnya,'" jelas Hari Putra dalam sebuah wawancara di Gedung KLY pada Rabu (11/6/2025) lalu.
Setelah Merilis Zapin Hati Melayang
Setelah merilis "Zapin Hati Melayang", Hari Putra menegaskan bahwa ia akan terus berkarya dengan lagu-lagu baru yang mengangkat genre musik Melayu. Awal kariernya yang dimulai dengan lagu-lagu Melayu menjadi motivasi kuat untuk melanjutkan perjalanan musiknya.
"Aku kan sudah memulai karier bernyanyi itu di musik Melayu. Jadi sekarang sudah mulai membangun kalau langkah aku berikutnya itu adalah lagu Melayu klasik. Makanya aku mulai dari sekarang lagu Melayu. Dan nanti bakal seterusnya akan aku bikin seterusnya untuk single-single berikutnya dengan unsur Melayu," ungkap Hari Putra.
Hari Putra berkomitmen untuk menghadirkan karya-karya yang kaya akan nuansa Melayu. Dengan pengalaman yang dimiliki, ia berencana untuk memperdalam dan memperluas jangkauan musiknya di genre ini. Melalui pernyataannya, ia ingin menunjukkan bahwa musik Melayu memiliki tempat khusus di hatinya dan akan terus ia eksplorasi. Dengan demikian, para penggemar dapat menantikan karya-karya baru yang akan datang, yang tetap berakar pada tradisi musik Melayu yang kaya dan beragam.
Rekan-rekan Sesama Alumni LIDA
Hari Putra mengungkapkan keyakinannya terhadap genre Melayu di masa depan. Ia merasa percaya diri karena telah mendapatkan pengakuan tidak hanya dari para penggemar dan pencinta dangdut, tetapi juga dari penyanyi dangdut lainnya, termasuk Tiyara Ramadhani yang dikenal sebagai Lady Rara atau Rara LIDA.
"Penonton juga sudah notice aku itu kalau nyanyi Melayu bagus, sama teman-teman yang lain juga. Rara juga sudah memberi masukan, 'Kamu itu sudah bagus untuk lagu dangdut tapi lagu Melayu itu lebih dapat,' ungkap Hari.
Pengakuan dari rekan-rekannya memberikan motivasi lebih bagi Hari untuk terus berkarya dalam genre ini. Ia merasa bahwa dukungan dari sesama penyanyi sangat berarti dalam perjalanan kariernya. Hari berharap dapat terus mengeksplorasi dan mengembangkan kemampuannya dalam menyanyikan lagu-lagu Melayu yang diakui lebih sesuai dengan suaranya.
Dengan semangat yang tinggi, Hari bertekad untuk menunjukkan bahwa ia mampu bersaing dan berprestasi di industri musik, terutama dalam genre yang ia cintai ini.
Lagu "Zapin Hati Melayang"
"Zapin Hati Melayang" adalah sebuah lagu yang mengusung nuansa Melayu dan menyimpan makna yang sangat pribadi. Lagu ini bukan hanya sekadar sebuah lagu cinta, melainkan juga merupakan cerminan karakter Hari yang setia dan perhatian terhadap pasangannya.
Dalam sebuah wawancara dengan Liputan6.com, Hari dengan jujur mengungkapkan bahwa lagu ini terinspirasi dari pengalaman pribadinya. Ia mengidentifikasi dirinya sebagai sosok yang "bucin" atau "budak cinta" yang selalu ingin memberi kabar dan berkomunikasi dengan pasangannya setiap saat. Karakteristik ini ia tuangkan dalam lirik yang lembut dan menyentuh.
"Lagu ini menggambarkan bagaimana laki-laki yang bucin banget, yang kalau punya pasangan tuh harus banget ngabarin terus, saling pengertian, dan pastinya setia," kata Hari sambil tersenyum malu-malu.