Keluarga Gary Iskak Bantah Dugaan Mabuk dalam Insiden Kecelakaan Tunggal
Gary Iskak meninggal dunia akibat kecelakaan sepeda motor di Pesanggrahan pada Sabtu, 29 November 2025.
Kabar duka datang dari dunia hiburan tanah air. Aktor sinetron senior yang terkenal di era 90-an, Gary Iskak, telah meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (29/11/2025).
Gary Iskak meninggal setelah menabrak sebuah pohon saat mengendarai sepeda motor. Ia dilaporkan terpelanting dan jatuh ke trotoar jalan, mengalami luka parah di bagian kepala. Segera setelah kejadian, Gary Iskak dilarikan ke rumah sakit terdekat.
"Dari keterangan saksi, korban menabrak pohon (out of control), terpelanting ke jalan. Lokasi kejadian berada di depan cucian mobil Rainbow di Jalan Kesehatan Raya sekitar pukul 00.30 WIB," ungkap Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, kepada wartawan, seperti yang diberitakan sebelumnya.
Di tengah berita duka ini, muncul berbagai spekulasi mengenai penyebab kecelakaan tersebut, salah satunya adalah dugaan bahwa Gary Iskak mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Namun, pihak keluarga segera membantah isu tersebut.
"Abang saya itu mengalami kecelakaan tunggal dalam perjalanan yang memang tidak dalam kondisi ugal-ugalan, sesuai yang beredar," jelas Pasha, adik dari Gary Iskak, dalam tayangan Halo Selebriti yang diunggah ulang di kanal YouTube SCTV pada Minggu (30/11/2025).
Pasha juga menanggapi rumor bahwa abangnya berkendara dalam keadaan mabuk, dan ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.
"Enggak, sedangkan abang saya memang sudah berpuluh-puluh tahun ini tidak mengonsumsi alkohol, bahkan minum C*ca-C*la saja sudah jarang," tambahnya. Pernyataan ini juga sejalan dengan keterangan dari kepolisian, yang menyatakan, "Tidak ada (pengaruh alkohol)," ujar Seala Syah Alam kepada wartawan.
Komentar Keluarga
Ketika mendengar berita bahwa Gary Iskak dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan tunggal, keluarga masih berharap ada keajaiban agar Gary bisa pulang dengan selamat.
Pasha, yang merupakan kakak Gary, menyatakan, ''Memang sudah jalannya seperti ini. Mengalami kecelakaan tunggal sehingga kondisinya harus masuk IGD. Dan harapan kita semua sih bisa selamat bisa sama kita lagi. Tapi memang Allah lebih sayang sama Daddy.''
Pernyataan ini menunjukkan betapa besar harapan keluarga akan keselamatan Gary meskipun mereka juga harus menerima kenyataan yang pahit.
Keluarga Gary terus berdoa agar dia segera pulih dan bisa kembali ke tengah-tengah mereka. Dalam situasi yang sulit ini, mereka saling memberikan dukungan moral untuk menghadapi cobaan yang sedang dialami.
Harapan akan kesembuhan Gary tetap menyala, meskipun ada rasa khawatir yang menyelimuti hati mereka.
Pasha menambahkan, ''Kita semua berharap agar Allah memberikan yang terbaik untuk Gary, dan semoga dia bisa segera kembali beraktivitas seperti sedia kala.'' Ini mencerminkan betapa pentingnya dukungan keluarga dalam masa-masa sulit.
Pertemuan terakhir anak tersebut
Pihak keluarga, terutama Nando, anak dari Gary Iskak, mengungkapkan bahwa tidak ada pesan khusus yang disampaikan oleh sang ayah kepada mereka, baik itu untuk keluarga maupun anak-anaknya.
Hal ini membuat mereka merasa tidak ada tanda-tanda bahwa Gary akan pergi untuk selamanya. Nando menceritakan bahwa saat terakhir kali bertemu dengan mendiang, Gary tampak sangat bahagia dan banyak tertawa saat bercengkerama bersamanya.
Oleh karena itu, Nando merasa terkejut karena tidak menyangka pertemuan tersebut adalah yang terakhir kalinya dengan sang ayah.
"Baru kemarin sih sebenarnya sempat dua hari kemarin tuh sempat bareng sama ayah juga kan. Sempat kita cerita bareng kita ketawa-ketawa bareng juga. Kasih tahu kalau misalkan ayo semangat supaya syutingnya juga makin lancar, sambil tertawa," ungkap Nando.
Kenangan indah tersebut menjadi momen yang tak terlupakan bagi Nando dan keluarga, yang kini harus merelakan kepergian Gary dengan penuh rasa kehilangan.
Kenangan Indah
Nando menceritakan bahwa ayahnya pernah mendorongnya untuk menjalani diet dan membantu program tersebut.
"Ayo coba, udah bilang ayo kurusin badannya katanya gitu," ungkap Nando. Ketika mengingat hal itu, Nando merasa campur aduk antara tawa dan kesedihan.
"Ketawa-ketawa sebenarnya harusnya ah gimana ya ngomongnya," ujarnya sambil menahan tangis yang hampir tumpah.
Dia merasa seharusnya ayahnya yang akan membantunya dalam program diet ini.
"Cuma karena sekarang udah enggak ada jadi tetap gimana ya. Tapi gua mau ngomong apa juga sedih campur aduk," tambah Nando.
Ia mengenang momen terakhir bersama ayahnya, yang merupakan dua hari lalu, di mana mereka sempat tertawa bersama. Kenangan itu menjadi sangat berarti baginya di saat-saat sulit seperti ini.