Adegan Akhir Superman Jangan Diharapkan Punya Gaya Post-Credit Ala Marvel
Berbeda dengan pendekatan yang diambil oleh Marvel Cinematic Universe (MCU) yang sering menggunakan adegan post-credit untuk menghubungkan film-filmnya.
Film Superman yang disutradarai oleh James Gunn telah resmi ditayangkan di bioskop. Seperti halnya film superhero lainnya, Superman juga menyajikan dua adegan tambahan di bagian post-credit atau pasca-kredit.
Namun, penggemar diingatkan untuk tidak mengharapkan kejutan besar seperti yang sering terjadi dalam waralaba MarvelCinematic Universe (MCU). Berbeda dengan pendekatan MCU yang sering menggunakan adegan post-credit sebagai pengantar untuk film berikutnya, dua adegan post-credit di Superman lebih berfungsi sebagai pelengkap cerita ketimbang pemicu alur untuk semesta DC Universe (DCU) yang akan datang.
Seperti yang kita ketahui, hampir semua film dalam waralaba MCU menampilkan adegan di akhir kredit yang berhasil membangkitkan rasa penasaran para penggemar terhadap karakter-karakter baru untuk film mendatang.
Adegan-adegan tersebut dimulai dari kemunculan Nick Fury di adegan post-credit Iron Man, dan berlanjut ke film-film berikutnya, seperti kemunculan palu Thor di akhir Iron Man 2, serta kebangkitan Loki di akhir film Thor yang menjadikannya antagonis utama dalam The Avengers.
Kembali ke film Superman, tampaknya sutradara James Gunn tidak akan menerapkan konsep serupa dalam film-film selanjutnya setelah Superman.
Kedua Muncul Setelah Semua Kredit Selesai
Adegan pertama muncul di tengah kredit (mid-credit), di mana Superman, yang diperankan oleh David Corenswet, sedang bersantai di luar angkasa bersama anjing kesayangannya, Krypto.
Sementara itu, adegan kedua muncul setelah semua kredit selesai, menampilkan Superman yang terlibat dalam percakapan santai dengan Mister Terrific mengenai sebuah insiden yang terjadi dalam film. Meskipun kedua adegan ini tidak menjadi bagian krusial dari alur cerita film secara keseluruhan, mereka tetap memberikan tambahan yang menyenangkan bagi para penonton yang berharap menemukan sesuatu yang lebih setelah film berakhir.
James Gunn
James Gunn telah lama mengungkapkan bahwa ia tidak menyukai penggunaan adegan post-credit untuk memperkenalkan cerita atau karakter baru, seperti yang sering dilakukan oleh Marvel Studios.
Dalam sebuah wawancara dengan Entertainment Weekly bulan lalu, ia secara tegas mengkritik pendekatan tersebut dan bahkan menyatakan ketidakpuasannya terhadap adegan post-credit dalam filmnya, Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017).
Gunn mengakui bahwa ia tidak menyukai fakta bahwa adegan tersebut memperkenalkan karakter Adam Warlock yang diperankan oleh Will Poulter, dan karakter ini harus dimasukkan ke dalam Guardians of the Galaxy Vol. 3 karena tuntutan dari adegan sebelumnya.
Menurut Gunn, situasi seperti itu dapat "menjebak diri sendiri". "Aku sangat menyukai Will Poulter, tapi harus menemukan cara untuk memasukkan Warlock ke film berikutnya hanya karena satu adegan post-credit itu terasa berat," ujar Gunn, seperti yang dikutip dari superherohype.com.
Prinsip yang Dipegang
Dengan prinsip yang dipegang, tidaklah mengejutkan jika Superman versi James Gunn mengambil arah yang berbeda. Ia memilih untuk menghadirkan film yang berdiri sendiri dengan narasi yang kuat, tanpa terlalu bergantung pada keterkaitan dengan film-film lain.
Dalam hal ini, post-credit hanya berfungsi sebagai bonus bagi penonton, bukan sebagai alat untuk mempromosikan proyek selanjutnya. Pendekatan ini mencerminkan visi Gunn dalam membangun DCU yang tidak sekadar mengikuti formula yang diterapkan oleh Marvel, tetapi lebih kepada menciptakan identitas yang unik. Fokus utama terletak pada pengembangan cerita dan karakter yang mendalam, bukan sekadar membangun jaring semesta yang rumit.