Wamendag Roro dan Ibu Negara Pakistan Perkuat Kerja Sama Indonesia Pakistan
Wamendag Dyah Roro Esti bertemu Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari membahas perluasan Kerja Sama Indonesia Pakistan, fokus pada peningkatan perjanjian perdagangan dan isu-isu global.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti telah melakukan pertemuan penting dengan Ibu Negara Pakistan, Aseefa Bhutto Zardari, yang juga merupakan Anggota Majelis Nasional (MNA). Pertemuan ini berfokus pada pembahasan perluasan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Pakistan di berbagai sektor strategis. Agenda utama meliputi peningkatan hubungan perdagangan dan kolaborasi di bidang sosial serta lingkungan hidup.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Bilawal, Karachi, Pakistan, pada Sabtu (10/1/2026) ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan sebelumnya. Inisiatif diplomatik ini bertujuan untuk mempererat ikatan persahabatan dan solidaritas yang telah lama terjalin antara kedua negara. Kedua belah pihak menunjukkan komitmen kuat untuk mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendag Roro Esti secara khusus mendorong peningkatan status Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) menjadi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada tahun 2027. "Saya harap peningkatan kerja sama dari IP-PTA menuju CEPA akan memberikan kepastian yang lebih besar bagi dunia usaha serta membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Pakistan," ujar Wamendag.
Peningkatan Perjanjian Perdagangan dan Investasi
Wamendag Dyah Roro Esti menekankan pentingnya transisi dari IP-PTA ke CEPA untuk memperkuat fondasi ekonomi kedua negara. Perjanjian CEPA diyakini akan menciptakan iklim bisnis yang lebih kondusif bagi para pelaku usaha. Hal ini akan mendorong pertumbuhan volume perdagangan serta menarik investasi baru di berbagai sektor.
Peningkatan kerja sama ini tidak hanya terbatas pada perdagangan barang, tetapi juga mencakup potensi investasi. Indonesia dan Pakistan memiliki peluang besar untuk memperluas kolaborasi ekonomi. Sektor-sektor seperti produksi minyak nabati (edible oil), investasi, serta pengembangan rantai nilai dan ketahanan pangan menjadi fokus utama.
"Kami melihat adanya potensi besar untuk memperluas kolaborasi ekonomi kedua negara, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga investasi dan penguatan rantai nilai yang mendukung ketahanan pangan jangka panjang," jelas Wamendag Roro Esti. Langkah ini akan memberikan manfaat signifikan bagi kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
Kolaborasi dalam Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Iklim
Pertemuan antara Wamendag Roro Esti dan Ibu Negara Aseefa Bhutto Zardari juga membahas isu-isu krusial seperti pemberdayaan perempuan dan ketahanan iklim. Kedua negara memiliki komitmen bersama untuk memajukan agenda pembangunan yang berkeadilan dan inklusif. Ini termasuk perhatian khusus terhadap peran perempuan dalam pembangunan.
Wamendag Roro Esti menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari pengalaman Provinsi Sindh, Pakistan, dalam pembangunan perumahan tangguh iklim skala besar pascabanjir 2022. "Saya melihat apa yang dilakukan Provinsi Sindh ini sangat inspiratif. Membangun hunian yang tangguh terhadap iklim sekaligus memastikan kepemilikan rumah atas nama perempuan adalah langkah nyata dari pemerintah terhadap perempuan," ujar Wamendag.
Ibu Negara Pakistan juga menyampaikan apresiasi terhadap program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas di Indonesia. Program ini berfokus pada pemenuhan gizi bagi perempuan dan anak. Pakistan sendiri memiliki program serupa seperti Benazir Income Support Programme yang bertujuan untuk kesejahteraan sosial.
Memperkuat Hubungan Antar Masyarakat dan Solidaritas Global
Hubungan antara Indonesia dan Pakistan telah terjalin erat dan terus berkembang, didasari nilai persahabatan serta solidaritas. "Indonesia dan Pakistan memiliki banyak kesamaan nilai, khususnya dalam memperjuangkan pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat," ujar Wamendag Roro.
Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari menyambut hangat kedatangan Wamendag Roro Esti. Beliau bahkan menyinggung adanya keterkaitan leluhur yang membuat pertemuan ini semakin bermakna. Keterkaitan ini diharapkan dapat memudahkan keterlibatan dalam hubungan bilateral kedua negara.
Selain itu, pertemuan juga menyentuh topik perubahan cuaca iklim ekstrem yang menjadi tantangan global bersama. Ibu Negara Pakistan turut menyampaikan duka cita dan simpati atas bencana banjir dan tanah longsor yang baru-baru ini melanda Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera. Ini menunjukkan solidaritas kuat antara kedua bangsa.
Sumber: AntaraNews