TP2DD Perkuat Sinergi dan Inovasi Akselerasi Digitalisasi Daerah Sulawesi Utara
Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Sulawesi Utara terus memperkuat sinergi dan inovasi demi akselerasi Digitalisasi Daerah Sulawesi Utara, mendorong peningkatan PAD.
Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Sulawesi Utara secara aktif memperkuat sinergi dan inovasi dalam upaya digitalisasi daerah. Kegiatan ini berpusat pada program capacity building yang dilaksanakan di Kota Bandung pada November 2025, bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antaranggota TP2DD.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Darmawan Hutabarat, menegaskan pentingnya inisiatif ini. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk memperdalam pemahaman mengenai implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) yang krusial bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). "Kali ini, kami mengikuti rangkaian kegiatan capacity building (CB) di Kota Bandung pada November 2025, yang tujuannya memperkuat sinergi TP2DD," ujar Darmawan Hutabarat di Manado.
Hutabarat menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sinergi lintas daerah melalui program ini. Pihaknya juga menekankan urgensi kesinambungan serta penguatan ekosistem digital di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum produktif untuk memperoleh wawasan baru, memperkaya strategi, dan memperkuat jejaring demi percepatan digitalisasi daerah.
Memperkuat Ekosistem Digital dan Peningkatan PAD
Penguatan ekosistem digital daerah menjadi fokus utama dalam setiap rangkaian kegiatan yang diselenggarakan TP2DD Sulawesi Utara. Inisiatif ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan efisiensi, tetapi juga pada optimalisasi penerimaan PAD melalui sistem transaksi yang lebih modern. Sinergi antaranggota TP2DD diharapkan mampu menciptakan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Pada hari pertama capacity building, diselenggarakan sesi berbagi yang membahas berbagai isu strategis terkait digitalisasi. Topik yang dibahas meliputi perkembangan indeks ETPD terkini, strategi ETPD, serta program unggulan yang telah terbukti efektif. Diskusi juga mencakup implementasi ETPD dan dampaknya terhadap peningkatan pendapatan asli daerah.
Selain itu, sesi tersebut juga mengulas dukungan Bank Pembangunan Daerah (BPD) terhadap digitalisasi pemerintah daerah. Pentingnya perkembangan digitalisasi dan perlindungan konsumen dari risiko kejahatan siber turut menjadi perhatian utama. Hal ini menunjukkan komitmen TP2DD dalam menciptakan lingkungan transaksi digital yang aman dan terpercaya.
Mempelajari Praktik Terbaik Digitalisasi di Jawa Barat
Hari kedua kegiatan capacity building diisi dengan studi visit ke beberapa lokasi unggulan di Jawa Barat, memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat langsung implementasi digitalisasi. Kunjungan pertama dilakukan ke Bapenda Provinsi Jawa Barat, di mana peserta mempelajari sistem BE STRONG (Bapenda Executive Smart Monitoring). Sistem ini merupakan contoh inovasi dalam pengawasan dan pengelolaan pendapatan daerah.
Selanjutnya, rombongan TP2DD Sulawesi Utara meninjau Terminal Leuwipanjang untuk melihat implementasi Samsat Digital. Inovasi ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat mempermudah layanan publik terkait pembayaran pajak kendaraan. Penggunaan sistem digital ini diharapkan dapat diadopsi untuk meningkatkan pelayanan serupa di Sulawesi Utara.
Studi visit diakhiri dengan meninjau penggunaan QRIS sebagai sarana pembayaran nontunai pada Moda transportasi Bandros (Bandung Tour on Bus). Observasi ini memberikan wawasan tentang aplikasi pembayaran digital dalam sektor transportasi publik, yang berpotensi untuk diterapkan di daerah lain. Praktik-praktik terbaik ini diharapkan dapat menginspirasi inovasi di Sulawesi Utara.
Komitmen Berkelanjutan untuk Transformasi Digital
TP2DD se-Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan program-program digitalisasi. Dukungan ini diwujudkan melalui koordinasi intensif, fasilitasi pendampingan, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan. High level meeting, capacity building, dan sosialisasi publik akan terus dilakukan untuk memperkuat ekosistem digital.
Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, TP2DD se-Sulawesi Utara diharapkan dapat memperkuat sinergi antarlembaga. Hal ini akan mempermudah penyusunan roadmap ETPD yang lebih terarah dan efektif. Tujuannya adalah menciptakan inovasi yang berdampak nyata terhadap peningkatan PAD dan kualitas pelayanan publik di masa depan.
Dengan semangat "Belajar, Berbagi, dan Berinovasi", TP2DD Sulawesi Utara bertekad membawa transformasi digital. Upaya ini bertujuan mewujudkan pemerintahan daerah yang lebih transparan, efisien, dan inklusif. Inisiatif ini menjadi langkah strategis menuju tata kelola pemerintahan yang modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sumber: AntaraNews