Tak Mau Job Fair Disebut Formalitas, Pemerintah Bakal Rilis Nama Karyawan yang Diterima Kerja
Dia mengungkapkan, beberapa perusahaan telah mulai memanggil para pelamar untuk mengikuti proses wawancara.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana merilis data para calon pelamar yang berhasil diterima kerja melalui bursa kerja atau job fair. Langkah ini diambil untuk merespons anggapan publik yang menyebutkan bahwa penyelenggaraan job fair selama ini hanya bersifat formalitas tanpa hasil yang nyata.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan yang membuka lowongan dalam kegiatan job fair tersebut.
Dia mengungkapkan, beberapa perusahaan telah mulai memanggil para pelamar untuk mengikuti proses wawancara, bahkan ada yang sudah diterima bekerja.
"Kemarin saya sudah tanya dari 92 perusahaan, ada sekian lowongan, kemudian kita kontak perusahaannya. Ada sekian puluhan ribu lowongan itu mereka sudah sedang review, ada yang sudah wawancara sekian dan ada yang sudah diterima," kata Yassierli kepada media, Jakarta, Kamis (5/6).
Menurutnya, ungkapan bahwa job fair hanya sebuah formalitas sangat kurang tepat, yang nyatanya lowongan pekerjaan ini memang betul adanya.
"Ungkapan bahwa Joper itu formalitas menurut saya Kurang pas lah," jelasnya.
Untuk sampai ditahap rilis data tersebut, dibutuhkan sekitar satu hingga dua bulan untuk mendapatkan data dari perusahaan terkait. Karena adanya fase administrasi hingga wawancara.
"Tapi mereka butuh waktu ada fase administrasi, kemudian mereka wawancara. Kemudian itu biasanya butuh waktu sekitar 1-2 bulan," jelas Yassierli.
Bursa Kerja Benar Adanya
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli membantah soal tudingan penyelanggaraan pasar kerja atau jobfair hanya bersifat formalitas. Menaker menilai aneh terkait isu yang tengah viral tersebut.
"Jadi begini, teman-teman kalau ada sesuatu isu yang aneh itu viral," kata Menaker dalam acara Human Capital Summit 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (4/6).
Yassierli mencontohkan bahwa job fair yang diselenggarakan Kemnaker beberapa waktu lalu benar adanya. Dia menyebut bursa kerja tersebut tidak hanya menyediakan lapangan pekerjaan, namun juga walk-in interview bagi peserta yang lolos seleksi.
"Percaya gak kami kemarin mengundang 102 perusahaan semuanya formalitas? Percaya gak formalitas? Enggak ya," bebernya.
Dia menambahkan, bahwa event job fair yang diselenggarakan Kemnaker juga menyediakan ruang konsultasi bagi peserta untuk mendapatkan pekerjaan secara gratis.
"Jadi tidak hanya acara yang sifatnya itu, ini kita undang perusahaan, kemudian mereka membuka lowongan. Tentu saja tidak. Kita punya pengantar kerja. Ada seribu sekian kesempatan pencari kerja itu konsultasi secara offline," bebernya.