Sigap, Disperindag Sleman Tangani Cepat Pasar Rusak Akibat Hujan Deras di Sambilegi dan Potrojayan
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman bergerak cepat tangani pasar rusak terdampak hujan deras. Simak langkah sigap Disperindag Sleman tangani pasar rusak di Sambilegi dan Potrojayan.
Dua pasar tradisional di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami kerusakan signifikan setelah diguyur hujan deras pada Kamis (1/1). Kejadian ini memicu respons cepat dari Tim Pengamanan Libur Natal dan Tahun Baru Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman. Upaya Disperindag Sleman tangani pasar rusak ini menjadi prioritas mengingat pentingnya fungsi pasar bagi masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Fasilitas Perdagangan Tradisional Disperindag Kabupaten Sleman, Purwoko Haryadi, menyatakan identifikasi kerusakan langsung dilakukan usai kejadian. Pihaknya menemukan masalah serius pada plafon mushala dan talang air di kedua lokasi pasar yang terdampak.
Pasar Sambilegi di Maguwoharjo, Depok, dan Pasar Potrojayan di Madurejo, Prambanan, menjadi lokasi terdampak utama. Penyebab utama kerusakan adalah volume air hujan yang tinggi dan durasi yang lama, mengakibatkan talang tersumbat dan meluap ke area vital pasar.
Identifikasi Kerusakan dan Dampak Hujan Deras
Hujan deras yang mengguyur wilayah Sleman pada Kamis (1/1) menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dua pasar tradisional. Purwoko Haryadi menjelaskan bahwa di Pasar Potrojayan, kerusakan paling parah terjadi pada plafon mushala yang ambrol. Kejadian ini diduga kuat akibat akumulasi air hujan dan angin kencang.
Menurutnya, talang air yang tersumbat oleh volume hujan yang cukup banyak dan berdurasi lama, membuat air meluap. Air tersebut kemudian membanjiri talang anak dan merembes masuk ke atas plafon area mushala maupun kamar mandi di Pasar Potrojayan. Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan dan keamanan pengunjung serta pedagang.
Situasi serupa juga terjadi di Pasar Sambilegi. Di pasar ini, air dari talang meluap ke area tlasaran yang berada tepat di bawah talang. Meskipun tidak sampai merusak struktur plafon, luapan air ini tetap berpotensi mengganggu aktivitas jual beli dan kebersihan lingkungan pasar.
Langkah Cepat Penanganan dan Perbaikan Infrastruktur
Menanggapi laporan kerusakan tersebut, Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, segera mengambil tindakan. Pihaknya langsung berkoordinasi untuk melakukan penanganan pembersihan segera dan perbaikan. Komitmen Disperindag Sleman tangani pasar rusak ini bertujuan agar aktivitas ekonomi dapat berjalan normal kembali.
Perbaikan yang dilakukan meliputi plafon dan talang air mushala di Pasar Potrojayan yang ambrol. Selain itu, Disperindag Sleman juga berencana mengganti instalasi talang yang bermasalah di Pasar Sambilegi. Penggantian ini akan menggunakan spesifikasi yang lebih memadai untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
"Sudah diperbaiki mulai hari ini," kata Mae Rusmi, menegaskan kecepatan respons timnya. Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Disperindag Sleman dalam menjaga fasilitas publik.
Antisipasi dan Pemantauan Berkelanjutan
Tidak hanya fokus pada perbaikan, Disperindag Sleman juga meningkatkan upaya antisipasi. Mae Rusmi telah meminta Tim Pengamanan Libur Natal dan Tahun Baru untuk terus melakukan pemantauan intensif di pasar-pasar yang berada di bawah UPTD I, II, III, dan IV. Pemantauan ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi kerusakan akibat cuaca ekstrem.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai pasar lain yang terdampak hujan deras. Namun, langkah preventif tetap dilakukan untuk memastikan semua pasar dalam kondisi aman.
Sebagai bagian dari langkah pencegahan, "Tim kebersihan saya perintahkan untuk melakukan pengecekan talang-talang area pasar untuk mengantisipasi kejadian serupa terutama pasar yang berada di daerah Turi, Prambanan dan Balangan," tambah Mae Rusmi. Ini menunjukkan pendekatan proaktif Disperindag Sleman dalam mengelola fasilitas perdagangan tradisional dan upaya berkelanjutan Disperindag Sleman tangani pasar rusak.
Sumber: AntaraNews