Rumah BUMN Bukukan Transaksi Rp5,7 Miliar di Inacraft 2025
Rumah BUMN bukan hanya tempat untuk UMKM bernaung, tetapi juga wadah untuk berkembang.
PT Brantas Abipraya (Persero) melalui Rumah BUMN ikut berkontribusi dalam pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) ke 25 yang digelar sepekan pada 5-9 Februari 2025 di Jakarta International Convention Center (JCC) Senayan.
Menteri BUMN, Erick Thohir, mendorong keterlibatan perusahaan BUMN dalam pengembangan UMKM. Dia ingin agar perusahaan negara bukan hanya tentang pendampingan, tetapi juga menciptakan peluang berkelanjutan bagi mereka untuk bertumbuh.
"Ini adalah langkah nyata kita dalam mendorong kewirausahaan dan memperkuat industri kreatif, sebagaimana yang diamanatkan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto," ujar Erick Thohir di Jakarta, Senin (17/2).
Erick berharap kehadiran perusahaan BUMN dapat sebagai akselerator bagi UMKM agar mereka naik kelas. Sehingga, produk UMKM lokal dapat bersaing hingga ke pasar global.
"Produk-produk yang ada di Rumah BUMN hari ini adalah bukti bahwa mereka semakin berkualitas dan siap bersaing di pasar global," tegasnya.
Direktur SDM & Umum Brantas Abipraya, Tumpang Muhammad, mengatakan Rumah BUMN bukan hanya tempat untuk UMKM bernaung, tetapi juga wadah untuk berkembang.
Dengan berbagai program pelatihan, pendampingan bisnis, hingga akses pemasaran digital, Rumah BUMN membantu pelaku usaha mengoptimalkan potensi mereka dan memperluas pasar.
“Keikutsertaan Brantas Abipraya dalam INACRAFT 2025 ini merupakan bukti komitmen kami dalam mendukung penuh kemajuan UMKM, dengan menampilkan produk-produk unggulan binaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kami," ucapnya.
Dia mencatat, antusiasme pengunjung mencapai lebih dari 100 ribu orang Selama penyelenggaraan INACRAFT 2025. UMKM dari BUMN berhasil menjual produk-produknya dengan nilai penjualan mencapai Rp5,7 miliar.
Dikatakannya juga, partisipasi dalam INACRAFT 2025 adalah salah satu bentuk nyata bagaimana Rumah BUMN membuka peluang lebih besar bagi UMKM binaan BUMN lainnya. Dengan kurasi yang ketat, UMKM yang tampil kali ini adalah yang terbaik, dengan produk berkualitas tinggi yang siap bersaing di pasar global.
Selanjutnya, Kementerian BUMN akan terus memperkuat peran Rumah BUMN sebagai pilar ekonomi yang memberdayakan pelaku usaha lokal, menciptakan kemandirian ekonomi, serta membawa produk-produk Indonesia ke panggung dunia.
Rumah BUMN merupakan inisiatif Kementerian BUMN sebagai pusat pemberdayaan UMKM di berbagai daerah. Melalui ekosistem pendampingan yang komprehensif, Rumah BUMN bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM dan membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri.