Pemerintah memanfaatkan pemetaan desil untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan keluarga sebagai acuan penyaluran bantuan sosial (bansos). Melalui pendekatan ini, keluarga prioritas dapat diidentifikasi sesuai kondisi sosial ekonomi yang tercatat.
Mengutip laman Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Selasa (3/11/2026), desil merupakan pengelompokan kesejahteraan keluarga berdasarkan sejumlah variabel sosial ekonomi.
Penilaiannya mencakup informasi individu (seperti pekerjaan dan pendidikan), kondisi perumahan (kelayakan hunian dan daya listrik), serta kepemilikan aset. Terdapat 10 kelompok desil, masing-masing mewakili 10% keluarga di Indonesia. Desil 1 menunjukkan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 paling tinggi.
Berdasarkan pengelompokan tersebut, keluarga di desil 1 dan desil 2 menjadi prioritas utama penerima bansos. Desil 1 dikategorikan sangat miskin: umumnya tanpa penghasilan tetap, tinggal di rumah tidak layak huni, dan bergantung pada bantuan untuk memenuhi kebutuhan harian.
Kelompok ini disasar berbagai program, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai (BLT), serta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Sementara itu, desil 2 adalah kelompok miskin dengan penghasilan rendah yang belum mencukupi kebutuhan pokok bulanan. Kondisi ekonomi yang masih terbatas menjadikan keluarga dalam kelompok ini tetap menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan.
Advertisement
Peluang Bantuan Untuk Desil 3 dan Desil 4
Selain dua kelompok terbawah, keluarga di desil 3 dan desil 4 juga berpeluang memperoleh bantuan sosial sesuai kriteria program pemerintah. Desil 3 dikategorikan rentan miskin: masih memiliki penghasilan, namun kondisinya mudah tertekan oleh perubahan, seperti kehilangan pekerjaan atau kenaikan harga kebutuhan pokok. Kelompok ini dapat menerima bantuan tertentu, misalnya BPNT atau BLT, bergantung pada persyaratan yang berlaku.
Adapun desil 4 termasuk kelompok hampir miskin. Kondisinya sedikit lebih baik dibandingkan kelompok di bawahnya, tetapi tetap rentan terhadap tekanan ekonomi sehingga tetap membuka peluang untuk mendapatkan dukungan sesuai ketentuan program.
Keluarga pada desil 5 tergolong menengah bawah. Mereka umumnya memiliki penghasilan yang lebih stabil, namun belum sepenuhnya aman ketika menghadapi pengeluaran mendadak atau tekanan ekonomi.
Kelompok ini biasanya tidak menjadi penerima bantuan sosial rutin, tetapi masih bisa mengakses program subsidi tertentu dan dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK sesuai ketentuan.
Sementara itu, desil 6 hingga desil 10 mencakup kelompok dengan tingkat kesejahteraan menengah ke atas hingga kaya. Kelompok ini dinilai lebih mampu memenuhi kebutuhan pokok dan umumnya memiliki aset produktif.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344130/original/065318100_1788935911-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.55.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389166/original/017376900_1793698175-IMG_0876.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6370179/original/076427000_1779245274-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388878/original/063555000_1793687591-IMG_0901.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9361018/original/048874900_1790674042-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_11.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1020246/original/045297700_1444804579-20151014-_Ilustrasi_Kelapa_Sawit-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389054/original/054899900_1793694713-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_15.20.29.jpeg)