Menjaga Warisan 8 Generasi Batik Cirebon Lewat Jemari Kreator Muda

Mengulik keunikan motif Pesisiran dan Keratonan Cirebon bersama penerus Sanggar Katura. Upaya melestarikan warisan budaya lewat aksi kreatif anak muda.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Menjaga Warisan 8 Generasi Batik Cirebon Lewat Jemari Kreator Muda
Menjaga Warisan 8 Generasi Batik Cirebon Lewat Jemari Kreator Muda. (Istimewa)

Di balik helai kain Batik Cirebon yang megah, terdapat garis-garis sangat tipis yang digoreskan penuh kesabaran. Teknik rumit bernama Merawit ini menggunakan canting berujung mikro dan malam panas, sebuah mahakarya visual yang menuntut ketelitian tingkat tinggi dan kini terus dirawat agar tak tergerus zaman.

Kekayaan budaya Cirebon sendiri terbagi dalam dua napas utama, yaitu motif Pesisiran dan Keratonan. Motif Pesisiran lahir dari wilayah pesisir utara dengan ragam flora-fauna beraksen warna-warni cerah seperti merah, hijau, dan kuning. Sementara motif Keratonan kental dengan nilai histori dan filosofi mendalam yang diilhami dari empat keraton legendaris: Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan, dan Kaprabonan.

Upaya menjaga agar warisan leluhur ini tetap bernapas panjang dilakukan di Sanggar Batik Katura, Trusmi, Cirebon. Sanggar ini dipimpin oleh generasi ke-8 keturunan pengrajin batik yang konsisten menjaga keaslian teknik tulis.

"Perkembangan Batik Trusmi ini mengalir turun-temurun dari nenek moyang. Kami merupakan generasi ke-8 yang terus menjaga warisan ini. Cintailah batik dengan cara mulai memakainya," ujar Susi Kusniati, pewaris Sanggar Batik Katura.

Sanggar ini juga mencatat sejarah ketika mendiang Katura meraih rekor MURI pada 2005 lewat karya batik wayang terpanjang se-Indonesia berukuran 9x2 meter.

Libatkan Influencer dan Kreator Konten

Guna mendekatkan tradisi Kuno ini ke generasi muda, sebanyak 20 influencer dan kreator konten dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) diajak terjun langsung mencanting kain. Pengalaman memegang canting dan melukis pola ini memberikan perspektif baru bagi para kreator digital tentang rumitnya proses di balik selembar kain batik tulis.

Aksi edukasi budaya ini diinisiasi melalui kampanye “Aquaproof Melindungi Karya, Merawat Warisan” sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian warisan takbenda Indonesia—sejalan dengan penetapan Kekayaan Intelektual Komunal untuk motif Batik Cirebon oleh pemerintah daerah.

Marketing Manager PT Adhi Cakra Utama Mulia, Chandra Kurniawan, menegaskan bahwa setiap goresan canting menyimpan identitas bangsa yang patut dilindungi secara berkelanjutan.

"Setiap goresan canting menyimpan cerita dan kerja keras. Lewat inisiatif ini, kami ingin hadir bukan hanya sebagai pelindung fisik bangunan, tetapi juga bagian dari gerakan menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap lestari dan membanggakan di tangan generasi penerus," tutup Chandra.

Rekomendasi