Berawal dari Tugas Kampus, INACRAFT Bikin Dua Mahasiswa Ini Kepikiran Bikin Usaha Sendiri

Berawal dari tugas kuliah, Vanessa dan Nizma berburu inspirasi di INACRAFT. Keduanya terpukau dengan beragam kerajinan lokal buatan t

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani - Reporter
Berawal dari Tugas Kampus, INACRAFT Bikin Dua Mahasiswa Ini Kepikiran Bikin Usaha Sendiri
INACRAFT 2026, JICC Jakarta,(9/10)

Pameran kerajinan tak melulu menjadi tempat berburu barang unik. Bagi Vanessa dan Nizma, INACRAFT juga menjadi ruang belajar untuk mengenal kreativitas perajin lokal sekaligus mencari inspirasi untuk tugas kuliah.

Keduanya mengunjungi pameran INACRAFT untuk memenuhi tugas dari sejumlah mata kuliah. Tak sekadar berkeliling melihat produk, mereka juga menyempatkan diri berbincang dengan para perajin untuk menggali teknik pembuatan kerajinan secara langsung.

Vanessa tertarik pada bidang logam, terutama pembuatan perhiasan. Ia bahkan sempat mewawancarai perajin perhiasan untuk mengetahui teknik di balik produk yang dipamerkan.

Sementara itu, Nizma lebih tertarik pada tekstil. Beragam model batik dan kerajinan tangan menjadi perhatiannya untuk mencari ide sekaligus mengenal teknik produksi yang sebelumnya belum ia ketahui.

"Kalau saya sendiri lebih minat ke tekstil. Jadi kayak nyari-nyari inspirasi, modelnya, batiknya," ujar Nizma saat ditemui di INACRAFT.

Dari Tugas Kuliah hingga Tergoda Belanja

INACRAFT 2026, JICC Jakarta,(9/10)
INACRAFT 2026, JICC Jakarta,(9/10)

Awalnya, mencari inspirasi menjadi tujuan utama keduanya datang ke pameran. Namun, beragam produk yang berjajar di stan UMKM membuat agenda belajar itu turut dibarengi keinginan untuk berbelanja.

Vanessa mengaku tertarik dengan banyak produk yang ditemuinya. Ia melihat kerajinan lokal memiliki variasi yang luas, mulai dari logam, tekstil, kaca, hingga tas berbahan alami.

Menurutnya, pengalaman melihat langsung produk-produk tersebut membuka pandangan baru tentang potensi UMKM Indonesia. Bukan hanya desainnya yang menarik, proses pengerjaan secara manual atau handmade juga menjadi daya tarik tersendiri.

“Minat banget beli. Ada ketertarikan banget. Itu kayak cuci mata banget. Keren-keren banget,” kata Vanessa.

Baginya, INACRAFT menjadi kesempatan untuk menemukan produk yang sebelumnya belum banyak ia kenal. Ia juga mengaku kagum melihat kualitas pengerjaan dan keberagaman produk lokal yang dipamerkan.

Jadi Ruang Belajar dan Penyemangat Anak Muda

INACRAFT 2026, JICC Jakarta,(9/10)
INACRAFT 2026, JICC Jakarta,(9/10)

Lebih dari sekadar tempat pameran, INACRAFT juga memberi Vanessa dan Nizma gambaran tentang peluang pengembangan usaha kreatif di Indonesia.

Keduanya menilai para pelaku UMKM memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk dengan teknik dan kualitas yang patut diapresiasi. Apalagi, sejumlah produk yang mereka temui telah menjangkau pasar internasional.

Pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi keduanya sebagai mahasiswa yang sedang mendalami bidang kreatif. Melihat para perajin memasarkan hasil karya di sebuah pameran besar memberi gambaran bahwa kreativitas dapat berkembang menjadi usaha yang memiliki pasar.

Nizma pun berharap INACRAFT terus diselenggarakan karena dinilai dapat membantu memperluas pasar UMKM sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada lebih banyak orang.

"Menurut aku ada dan harus banget sih untuk kayak gini diadain terus. Soalnya kan satu memajukan UMKM, terus kayak membuka pasar lebih besar," ujarnya.

Bagi anak muda, pameran seperti INACRAFT juga bisa menjadi tempat untuk belajar langsung dari pelaku industri kreatif. Dari bertanya soal teknik pembuatan hingga mengamati cara produk dipasarkan, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan karya sendiri.

Nizma bahkan mengaku pengalaman berkeliling pameran memberinya dorongan untuk berkarya. Ia membayangkan suatu saat bisa mengembangkan produk sendiri dan membuka stan di pameran serupa.

"Kayak jadi manifesting aja. Ada dorongan buat berkarya gitu" tuturnya.

Dari tugas kuliah hingga keinginan membuka usaha sendiri, kunjungan Vanessa dan Nizma menunjukkan bahwa pameran kerajinan bisa menjadi lebih dari tempat transaksi. Di antara deretan produk lokal, ada ide-ide baru yang bisa dibawa pulang dan dikembangkan menjadi karya berikutnya.

Rekomendasi