Rumput Liar Lombok Disulap Jadi Tas Mewah, Omzet Tembus Rp15 Juta Sehari

UMKM Mawar Ketak Lombok menyulap rumput ketak menjadi tas dan dekorasi rumah bernilai jual. Di INACRAFT, omzetnya tembus Rp30 juta dalam dua hari, dengan pembeli asal Jepang mendominasi.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani - Reporter
Rumput Liar Lombok Disulap Jadi Tas Mewah, Omzet Tembus Rp15 Juta Sehari
UMKM Mawar Ketak Lombok di acara Inacraft 2026

Rumput yang tumbuh di alam tak selalu berakhir menjadi bagian dari semak belukar. Di tangan para perajin UMKM Mawar Ketak Lombok, rumput ketak disulap menjadi tas hingga beragam dekorasi rumah yang menawarkan sentuhan alami.

Produk kerajinan tersebut dibawa Ulan, perwakilan UMKM Mawar Ketak Lombok, dalam pameran INACRAFT. Tak sekadar mengandalkan bahan alami, produk mereka juga memiliki desain unik dan daya tahan yang diklaim bisa mencapai puluhan tahun.

Beragam produk ditawarkan, mulai dari tas hingga home decor. Untuk dekorasi rumah, ada placemat atau alas meja, tempat sabun, tempat cincin, serta alas gelas.

Bahan utama yang digunakan adalah rumput ketak yang menurut Ulan berasal dari wilayah Lombok. Material alami tersebut kemudian diolah melalui sejumlah tahapan sebelum menjelma menjadi produk yang siap digunakan.

"Bahannya dari rumput ketak," kata Ulan saat ditemui di pameran INACRAFT

Rumput Ketak Dianyam hingga Diasapi

UMKM Mawar Ketak Lombok di acara Inacraft 2026
UMKM Mawar Ketak Lombok di acara Inacraft 2026

Di balik tampilannya yang menarik, produk kerajinan ini melewati proses pengolahan yang tidak sebentar. Rumput ketak terlebih dahulu dianyam, kemudian dijemur selama sekitar empat hari sebelum masuk tahap berikutnya.

Setelah pengeringan, bahan tersebut diolah menggunakan oven. Sementara itu, untuk menghasilkan warna tertentu, para perajin memanfaatkan teknik pengasapan.

Proses tersebut menjadi bagian dari upaya mengolah material alami menjadi produk kerajinan dengan tampilan yang khas. Meski begitu, lama produksi untuk satu tas belum dirinci oleh Ulan.

Daya tahan juga menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan. Ulan menyebut tas berbahan rumput ketak dapat bertahan hingga puluhan tahun. Jika terkena noda, tas tersebut juga bisa dibersihkan menggunakan air, kemudian dijemur kembali.

Di balik proses pembuatannya, UMKM Mawar Ketak Lombok turut melibatkan ibu-ibu rumah tangga sebagai perajin. Mereka mengolah bahan alam menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

Pembeli dari Jepang Mendominasi

UMKM Mawar Ketak Lombok di acara Inacraft 2026
UMKM Mawar Ketak Lombok di acara Inacraft 2026

Kerajinan berbahan rumput ketak tersebut juga mendapat respons dari pengunjung pameran. Ulan mengatakan, pembeli dari Jepang mendominasi penjualan produk UMKM Mawar Ketak Lombok selama mengikuti INACRAFT.

“Yang banyak sih Jepang,” kata Ulan.

Antusiasme pengunjung turut tercermin dari omzet yang diperoleh selama pameran. Ulan menyebut UMKM Mawar Ketak Lombok meraih omzet sekitar Rp15 juta per hari dalam dua hari yang ia ceritakan.

Rekomendasi