PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan peningkatan layanan melalui Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026. Salah satu perubahan yang dilakukan adalah mempercepat waktu tempuh 74 perjalanan kereta antarkota, dengan pemangkasan waktu hingga 92 menit.
President Public Relations PT KAI, Anne Purba mengatakan, penyesuaian perjalanan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan kapasitas angkut sekaligus meningkatkan efisiensi perjalanan kereta api.
"Jadi ini adalah 10 nama kereta yang memiliki waktu tempuhnya lebih cepat paling tinggi. Artinya ada lebih dari 10 sebenarnya untuk kereta, tetapi ini adalah 10 kereta yang paling tinggi waktu tempuhnya. Kahuripan jadi nomor satu, bisa lebih cepat 1,5 jam," kata Anne dalam acara Bincang Hangat Seputar Kinerja dan Layanan Kereta Api di Menteng, Jakarta, Selasa (3/11).
Anne menjelaskan, percepatan waktu tempuh menjadi salah satu hasil dari pengembangan prasarana dan penyesuaian pola operasi kereta api.
Dalam pemaparan tersebut, KAI mencatat terdapat 74 perjalanan kereta antarkota yang mengalami percepatan waktu tempuh. Salah satu perjalanan bahkan bisa dipangkas hingga 92 menit yaitu KA Kahuripan.
Meski demikian, tidak semua perjalanan kereta mengalami percepatan. Sejumlah perjalanan justru membutuhkan waktu lebih lama karena adanya penambahan stasiun pemberhentian untuk melayani penumpang.
Anne mencontohkan, penyesuaian perjalanan KA Sancaka yang melayani penumpang di enam stasiun tambahan. Perubahan tersebut membuat perjalanan Bandung menuju Ketapang bertambah sekitar 50 menit, sedangkan perjalanan sebaliknya dapat dipangkas hingga 46 menit.
"Ini salah satu contoh bagaimana kita bisa mengoptimalkan naik turun penumpang dengan menambah stasiun. Dan tetap fokus kepada ketepatan waktu," ujarnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389254/original/009613200_1793701051-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_16.32.16.jpeg)
Advertisement
KAI Tambah 38 Perjalanan Kereta
Selain mempercepat waktu tempuh, KAI juga menyiapkan penambahan 38 perjalanan kereta antarkota dalam Gapeka 2026.
Penambahan tersebut diproyeksikan meningkatkan kapasitas angkut hingga sekitar 7.000 tempat duduk per hari. Dengan demikian, kapasitas angkut kereta antarkota diperkirakan mencapai hampir 140.000 penumpang per hari.
Anne mengatakan, penyesuaian perjalanan dilakukan dengan mempertimbangkan pertumbuhan jumlah penumpang yang diproyeksikan mencapai 8 hingga 13 persen setiap tahun.
"Kalau misalkan kita melakukan penambahan dan peningkatan kapasitas, pasti yang namanya secara operasi itu harus banyak yang disesuaikan," kata Anne.
Menurutnya, penambahan perjalanan juga harus diimbangi dengan kesiapan sarana, prasarana, serta aspek keselamatan.
KAI turut melakukan pengembangan stasiun dan penyesuaian pola berhenti kereta untuk memudahkan penumpang mengakses layanan kereta antarkota.
Salah satunya melalui penambahan perjalanan yang melayani naik dan turun penumpang di Stasiun Jatinegara, Bekasi, dan Cikarang.
Anne menyebut penyesuaian tersebut dilakukan untuk memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat di wilayah Bekasi dan sekitarnya, sehingga tidak harus selalu menuju Stasiun Gambir atau Pasar Senen.
KAI juga berupaya menjaga agar penambahan waktu perjalanan akibat penyesuaian pemberhentian tersebut tetap di bawah 10 menit.
Advertisement
KAI Evaluasi Layanan Berdasarkan Masukan Pelanggan
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389306/original/052361200_1793704247-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_16.32.50__1_.jpeg)
Di sisi lain, KAI menyatakan terus melakukan evaluasi terhadap layanan berdasarkan masukan pelanggan.
Anne mengatakan, sejumlah perubahan yang sebelumnya mendapat perhatian pelanggan telah menjadi bahan evaluasi perusahaan, termasuk penamaan kereta dan kenyamanan tempat duduk.
KAI juga mengkaji perbaikan kursi kereta agar lebih nyaman digunakan selama perjalanan. "Pasti mendengar pelanggan untuk menyempurnakan," ujar Anne.
Ia menegaskan, pengembangan layanan akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, peningkatan kapasitas angkut, serta keselamatan perjalanan kereta api.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389253/original/000226600_1793701051-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_16.32.09.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389303/original/013245700_1793704117-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_17.39.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5238226/original/077007800_1748685551-20250531-Demam_Nikel-AFP_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389329/original/053433400_1793706602-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_17.33.16.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344130/original/065318100_1788935911-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.55.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389166/original/017376900_1793698175-IMG_0876.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6370179/original/076427000_1779245274-unnamed__1_.jpg)