Presiden Joko Widodo (Jokowi) membanggakan dalam tiga tahun terakhir sudah banyak kemajuan Indonesia di bidang ekonomi. Salah satunya ialah pengakuan dunia internasional terhadap Indonesia dari lembaga rating atau S&P. Indonesia diberikan status layak investasi.
Kemudian peringkat kemudahan berusaha RI dari Bank Dunia untuk edisi 2017, meningkat dari 106 ke 91 dan 2018 loncat jadi 72.
"Artinya dalam 2 tahun kita loncat 34 posisi. ini cepat sekali," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI), di Jakarta Convention Center (Jakarta), Jakarta, Selasa (28/11).
Meski begitu, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Karena Indonesia memiliki 42 ribu regulasi. Sehingga Presiden Jokowi meminta kepada DPR supaya tidak terlalu banyak membuat Undang-undang (UU).
"Saya sudah titip sama DPR enggak banyak bikin UU, nambahin ruwet. Bikin saja 1-2-3. Nggak setahun 40, 1 sampai 3 cukup tapi kualitas baik," ujarnya.
Menurutnya, jika UU mempersulit maka akan menghambat pemerintah mengambil suatu keputusan. "Dan dulu-dulu UU kita banyak yang agak sponsor. Blak-blakan saja sehingga banyak titipan titipan," katanya.
Mantan Gubernur Jakarta tersebut mengimbau agar ke depan hal tersebut harus dihilangkan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389303/original/013245700_1793704117-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_17.39.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389253/original/000226600_1793701051-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_16.32.09.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5238226/original/077007800_1748685551-20250531-Demam_Nikel-AFP_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389329/original/053433400_1793706602-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_17.33.16.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344130/original/065318100_1788935911-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.55.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389166/original/017376900_1793698175-IMG_0876.jpeg)