Puncak Mudik Lebaran Ambon 2026: Ribuan Penumpang Padati Pelabuhan Yos Sudarso
PT Pelni (Persero) mencatat puncak Mudik Lebaran Ambon 2026 terjadi pada 13 Maret, dengan ribuan penumpang memadati Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Simak detail lonjakan arus penumpang kapal Pelni di sini.
PT Pelni (Persero) mengumumkan bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Maluku, terjadi pada hari Jumat, 13 Maret. Fenomena ini ditandai dengan kedatangan dua kapal utama milik Pelni secara hampir bersamaan. Kepala Pelni Cabang Ambon, Marthin Heryanto, menyatakan lonjakan penumpang ini merupakan bagian dari persiapan jelang Hari Raya Idulfitri.
Kedatangan KM Ciremai dan KM Labobar menjadi indikator utama padatnya pelabuhan. Kedua kapal ini membawa ribuan pemudik yang ingin kembali ke kampung halaman masing-masing. Pelabuhan Ambon menjadi titik sentral pergerakan penumpang di wilayah timur Indonesia.
Selain dua kapal tersebut, KM Pangrango juga berlabuh pada Jumat malam setelah berlayar dari arah timur. Situasi ini menunjukkan intensitas aktivitas mudik yang tinggi di Pelabuhan Ambon. PT Pelni berkomitmen untuk melayani kebutuhan transportasi laut selama periode krusial ini.
Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Ambon
Marthin Heryanto menjelaskan bahwa KM Ciremai tiba di Pelabuhan Ambon sekitar pukul 10.00 WIT. Kapal ini berlayar dari arah barat, tepatnya dari Pelabuhan Bau-bau, dan menurunkan sebanyak 1.600 orang penumpang. Setelah menurunkan penumpang, KM Ciremai kemudian mengangkut 800 penumpang baru.
Para penumpang tersebut akan melanjutkan perjalanan menuju Sorong, Papua, sebagai bagian dari rute pelayaran kapal. KM Ciremai juga tercatat sebagai kapal terakhir yang berlayar menuju arah timur sebelum Lebaran 2026. Ini menandakan pentingnya perencanaan perjalanan bagi para pemudik.
Sementara itu, KM Labobar tiba di Pelabuhan Ambon setelah berlayar dari pelabuhan Tual, Maluku Tenggara, dengan menurunkan sekitar 800 orang penumpang di Pelabuhan Yos Sudarso. Kedatangan dua kapal besar ini secara berdekatan menciptakan kepadatan yang signifikan di area pelabuhan.
Rute Lanjutan dan Layanan Kapal Pelni
Setelah menurunkan penumpangnya di Ambon, KM Labobar dijadwalkan untuk melanjutkan pelayaran ke arah barat. Rute selanjutnya akan menyinggahi Pelabuhan Namlea, kemudian ke Bau-bau, sebelum akhirnya bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Perjalanan ini melayani berbagai rute penting di kepulauan Indonesia.
Rute-rute ini sangat vital untuk konektivitas antar pulau, terutama selama periode mudik Lebaran. PT Pelni berupaya memastikan kelancaran perjalanan bagi seluruh penumpang. Koordinasi intensif dilakukan untuk mengantisipasi berbagai tantangan operasional.
Keberadaan KM Ciremai sebagai kapal terakhir menuju timur sebelum Lebaran menjadi informasi krusial bagi pemudik. Hal ini menegaskan bahwa pemudik harus segera merencanakan keberangkatan mereka. Pelni terus memantau situasi dan kondisi di lapangan untuk memberikan pelayanan terbaik.
Armada Pelni untuk Mudik Lebaran
Untuk melayani kebutuhan transportasi laut selama periode mudik Lebaran, PT Pelni telah menyiapkan total 12 kapal di kawasan timur Indonesia. Armada ini bertujuan untuk memastikan semua calon penumpang dapat mencapai kampung halaman mereka dengan aman dan nyaman. Persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari.
Kapal-kapal yang disiapkan meliputi KM Labobar, KM Nggapulu, KM Doloronda, KM Sinabung, KM Ciremai, KM Gunung Dempo, KM Dobondolo, KM Sirimau, KM Leuser, KM Tata Mailau, KM Sangiang, dan KM Pangrango. Daftar kapal ini menunjukkan cakupan layanan Pelni yang luas.
Ketersediaan armada yang memadai ini diharapkan dapat mengurai kepadatan penumpang. PT Pelni terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjamin kelancaran operasional. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pelni dalam mendukung kelancaran arus mudik nasional.
Sumber: AntaraNews