Puncak Arus Balik Pelabuhan Boom Baru: Ratusan Pemudik Bertolak ke Bangka
Pelabuhan Boom Baru Palembang mencatat lonjakan signifikan jumlah pemudik yang kembali ke Bangka saat puncak arus balik Idul Fitri 1447 H. Ratusan penumpang memadati kapal cepat Express Bahari, menunjukkan tingginya mobilitas pasca-lebaran.
Arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Sumatera Selatan, menunjukkan peningkatan signifikan. Sebanyak 711 pemudik telah berangkat menuju Kepulauan Bangka Belitung menggunakan Kapal Cepat Express Bahari selama periode 23-25 Maret 2026. Angka ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat setelah merayakan lebaran di kampung halaman.
Peningkatan jumlah penumpang ini mulai terasa sejak H+1 Idul Fitri, yaitu Senin (23/3), dan terus berlanjut hingga puncak arus balik pada Rabu (25/3). Dibandingkan hari normal yang hanya melayani sekitar 100-150 orang per hari, lonjakan ini terbilang sangat drastis.
Junior Manager Komersial PT Pelindo Regional 2 Palembang, Irtanto Armawan, mengonfirmasi kelancaran arus mudik dan balik tahun ini. Ia menyampaikan bahwa seluruh proses berjalan aman dan terkendali di Pelabuhan Boom Baru.
Lonjakan Penumpang Arus Balik di Boom Baru
Pada H+1 Idul Fitri, tercatat 220 penumpang berangkat dari Pelabuhan Boom Baru Palembang menuju Pelabuhan Muntok, Kepulauan Bangka Belitung. Di hari yang sama, sebanyak 149 penumpang tiba di Pelabuhan Boom Baru dari Pulau Bangka.
Jumlah keberangkatan penumpang kembali meningkat pada H+2, mencapai 248 orang yang bertolak ke Bangka. Sementara itu, 136 orang tercatat tiba di Palembang dari Pulau Bangka pada periode tersebut.
Puncak arus balik pada Rabu (25/3) mencatat 243 penumpang berangkat ke Pulau Bangka, menunjukkan konsistensi tingginya jumlah pemudik. Data kedatangan untuk hari puncak ini masih dalam proses pendataan oleh pihak pelabuhan.
Penyesuaian Jadwal Kapal Cepat Express Bahari
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik selama periode Idul Fitri, jadwal operasional Kapal Express Bahari mengalami penyesuaian signifikan. Biasanya, kapal ini hanya beroperasi tiga kali dalam sepekan, yakni pada Senin, Rabu, dan Jumat.
Namun, sejak H-8 Idul Fitri, tepatnya mulai 13 hingga 31 Maret 2026, jadwal keberangkatan ditambah menjadi setiap hari. Penambahan jadwal ini bertujuan untuk mengakomodasi tingginya permintaan dan memastikan kelancaran perjalanan pemudik.
Kapal hanya berhenti beroperasi pada hari pertama dan kedua Idul Fitri, memberikan kesempatan bagi kru dan penumpang untuk merayakan hari raya. Setelah itu, operasional kembali normal dengan jadwal yang padat hingga akhir periode arus balik.
Motivasi Pemudik Kembali ke Bangka
Salah seorang penumpang bernama Rudi mengungkapkan alasannya memilih kembali ke Bangka pada hari puncak arus balik. Ia harus segera kembali untuk mulai bekerja setelah menghabiskan waktu libur lebaran di rumah orang tuanya di Palembang.
Rudi juga mengajak adiknya untuk merantau dan mencari pekerjaan di Bangka, menunjukkan adanya pergerakan tenaga kerja pasca-lebaran. Fenomena ini lumrah terjadi setiap tahun, di mana banyak perantau kembali ke daerah tujuan kerja setelah bersilaturahmi.
Sumber: AntaraNews