Pemprov Sumsel Gencarkan Operasi Pasar Murah, Kendalikan Harga Sembako Jelang Ramadan
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali mengagendakan Operasi Pasar Murah sepanjang tahun 2026 untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok dan inflasi, terutama jelang Ramadan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) akan kembali menggelar serangkaian operasi pasar murah sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok dan menekan laju inflasi di wilayah tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan akses sembako dengan harga terjangkau.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra, menyatakan bahwa selain operasi pasar murah, pihaknya juga akan intensif melakukan pemantauan ke pasar-pasar tradisional. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di tingkat pengecer. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemprov Sumsel dalam menjaga daya beli masyarakat.
Operasi pasar murah telah terbukti efektif dalam menjaga stabilitas harga pangan dan membantu warga. Oleh karena itu, kegiatan ini diprogramkan untuk dilaksanakan beberapa kali dalam setahun di 17 kabupaten dan kota di seluruh Sumatera Selatan. Fokus utama adalah pada komoditas vital yang sering mengalami kenaikan harga.
Strategi Pengendalian Inflasi dan Ketersediaan Pangan
Pemprov Sumsel memandang operasi pasar murah sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penurunan harga, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan barang di pasar. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak wajar.
Berbagai komoditas pokok akan tersedia dalam Operasi Pasar Murah Sumsel, mencakup beras, gula, minyak goreng, dan telur. Penjualan dilakukan dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga pasar konvensional. Sebagai contoh, beras SPHP kemasan 5 kg dijual Rp57.000 per kantong, minyak goreng Rp15.500 per liter, dan telur ayam Rp26.000 per kg.
Inisiatif ini dirancang untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya mereka yang terdampak fluktuasi harga. Edward Candra menekankan bahwa tujuan utama adalah membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini juga menjadi bagian integral dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan.
Antisipasi Ramadan dan Peningkatan Frekuensi Kegiatan
Melihat respons positif dan efektivitasnya dalam mengendalikan inflasi, Pemprov Sumsel berencana untuk meningkatkan frekuensi Operasi Pasar Murah pada tahun 2026. Hal ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah. Peningkatan intensitas kegiatan diharapkan dapat memperkuat daya tahan ekonomi lokal.
Menjelang bulan suci Ramadan yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026, beberapa kegiatan operasi pasar murah secara khusus diagendakan. Fokus akan diberikan pada Kota Palembang dan sejumlah daerah lain di Sumatera Selatan. Persiapan ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga yang sering terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Edward Candra berharap melalui operasi pasar ini, stabilitas harga dapat terjaga dengan baik. Dengan harga kebutuhan pokok yang stabil, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih khidmat tanpa terbebani oleh masalah ekonomi. Ini adalah komitmen Pemprov Sumsel untuk kesejahteraan warganya.
Sumber: AntaraNews