Menhub Dudy Tekankan Konsistensi Ramp Check Demi Keselamatan Angkutan Lebaran 2026
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya konsistensi ramp check di seluruh moda transportasi untuk menjamin keselamatan angkutan Lebaran 2026, memastikan setiap armada laik jalan dan mencegah kecelakaan.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Perhubungan untuk melakukan ramp check secara konsisten. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi di seluruh moda transportasi. Penegasan ini disampaikan Menhub di Jakarta, pada Jumat (6/3) malam.
Dudy Purwagandhi menekankan bahwa keselamatan masyarakat selama masa angkutan Lebaran merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan dan sarana transportasi menjadi sangat krusial. Ini adalah upaya preventif untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan menjamin perjalanan yang aman bagi pemudik.
Ia menegaskan, seluruh jajaran Kemenhub harus melaksanakan ramp check sesuai prosedur standar yang berlaku. Tujuannya adalah memastikan semua sarana transportasi yang akan beroperasi benar-benar dalam kondisi laik jalan. Konsistensi dalam pelaksanaan pemeriksaan ini diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan secara signifikan.
Pentingnya Konsistensi Ramp Check Menjelang Lebaran
Menhub Dudy Purwagandhi secara tegas menginstruksikan jajarannya untuk tidak main-main dalam urusan keselamatan angkutan Lebaran. Konsistensi dalam melakukan ramp check menjadi kunci untuk mencapai target keselamatan nol kecelakaan. "Langkah ini penting untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan selama periode tersebut," kata Menhub.
Pemeriksaan kelaikan jalan ini mencakup berbagai aspek teknis dan administrasi kendaraan. Setiap detail harus diperiksa dengan cermat untuk memastikan tidak ada potensi bahaya yang terlewatkan. Penekanan pada prosedur yang ketat adalah bagian dari komitmen Kemenhub untuk melindungi masyarakat.
Keselamatan masyarakat selama masa angkutan Lebaran harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak terkait. Menhub Dudy menyatakan, "Terkait hal ini, saya telah menginstruksikan seluruh jajaran Kemenhub untuk melakukan ramp check secara konsisten dan sesuai prosedur, sehingga semua sarana transportasi yang beroperasi benar-benar dalam kondisi laik jalan."
Hasil Ramp Check Lintas Moda Transportasi Menunjukkan Kesiapan
Data terbaru menunjukkan bahwa ramp check telah dilakukan secara masif di berbagai sektor transportasi. Di sektor transportasi darat, sebanyak 27.664 unit bus telah diperiksa sejak 23 Februari 2026. Dari jumlah tersebut, 17.516 unit diizinkan beroperasi, sementara sisanya diberikan peringatan perbaikan, dilarang beroperasi, hingga dikenakan sanksi tilang.
Untuk transportasi laut, uji kelaiklautan telah dilakukan terhadap 832 unit kapal dari total 840 armada. Sementara itu, di sektor transportasi penyeberangan, 220 unit kapal dari total 254 armada telah menjalani pemeriksaan.
Sektor transportasi udara juga tidak luput dari pemeriksaan ketat, dengan 372 unit pesawat dari total 564 armada telah menjalani ramp check. Di sektor perkeretaapian, sebanyak 3.672 unit sarana dari total 3.687 unit telah diperiksa.
Optimalisasi Pelayanan dan Proyeksi Arus Mudik Balik Lebaran 2026
Menhub Dudy Purwagandhi juga meminta seluruh operator transportasi untuk melakukan perawatan armada dengan baik. Hal ini penting agar seluruh sarana transportasi memenuhi standar keselamatan sebelum beroperasi. Pelayanan yang optimal dan jaminan keselamatan penumpang menjadi fokus utama.
"Semua transportasi publik harus menjamin keselamatan penumpang dan wajib memberikan pelayanan yang optimal. Ini penting agar para penumpang merasa aman dan nyaman selama di perjalanan," kata Dudy. Harapan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memberikan pengalaman mudik yang terbaik.
Kementerian Perhubungan memproyeksikan pergerakan penumpang Lebaran 2026 diperkirakan turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 146,4 juta menjadi sekitar 143,9 juta orang. Puncak arus mudik Lebaran diprediksi terjadi pada 16 dan 18 Maret. Kebijakan work from anywhere (WFA) yang diusulkan Kemenhub dan telah disetujui Presiden Prabowo Subianto diharapkan dapat mengurangi kepadatan arus mudik. Untuk arus balik, pemerintah mengusulkan penerapan WFA pada 25, 26, dan 27 Maret setelah masa cuti bersama Idul Fitri berakhir.
Sumber: AntaraNews