Ini Keuntungan UMK Kantongi Legalitas Izin Usaha, NIB dan BPOM
Naslindo mengaku bersyukur dapat dilibatkan dalam program Pertamina UMK Academy 2025.
PT Pertamina (Persero) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara memberikan pelatihan bisnis kepada 218 peserta Pertamina UMK Academy 2025 Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Salah satu bahasan yang diberikan dalam pelatihan adalah pentingnya memenuhi aspek legalitas agar bisnis yang dijalankan UMK diakui secara legal oleh negara.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Utara, Naslindo Sirait mengatakan ada banyak manfaat yang bisa didapat pelaku UKM jika memiliki legalitas seperti perizinan usaha, Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), dan sertifikasi halal dalam pengembangan usahanya.
"Selain usahanya akan diakui secara legal, UMK juga bisa bekerja sama dengan offtaker dengan cara menjadi supplier. Selain itu, mereka juga bisa mencari pembiayaan dari perbankan. Dorongan dalam aspek legalitas ini adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas UMK," kata dia dikutip di Jakarta, Senin (28/7).
Naslindo mengaku bersyukur dapat dilibatkan dalam program Pertamina UMK Academy 2025, sebuah program pelatihan dan pendampingan yang digagas oleh Pertamina untuk mendorong UMK naik kelas.
Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw menambahkan, Pertamina UMK Academy memang digagas Pertamina untuk mendorong UKM naik kelas, sehingga bisa semakin bermanfaat buat lingkungan dan perekonomian. Terlebih, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional karena berkontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Untuk memudahkan para peserta dalam mengikuti pelatihan, Pertamina telah menghadirkan platform Learning Management System (LMS). Melalui platform ini, peserta Pertamina UMK Academy 2025 bisa menonton video pembelajaran dan mengunduh beragam materi sesuai dengan kelas yang dipilih, yaitu Kelas Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Mereka akan mendapatkan akses ke lebih dari 30 modul untuk memastikan UMK mendapatkan pengetahuan bisnis yang holistik.
Sistem Pembelajaran
Lewat LMS ini, sistem pembelajaran yang dilakukan lewat mekanisme gamifikasi juga dilakukan secara interaktif. Dengan begitu, peserta tak akan lagi jenuh dalam mengikuti berbagai pembelajaran lantaran prosesnya diubah menjadi sebuah tantangan yang menyenangkan sehingga mampu memotivasi UMK untuk terus berkembang.
Selain pelatihan dan pendampingan, program ini juga turut membantu UMK dalam mengurus berbagai sertifikasi dan standarisasi produk, seperti sertifikat halal, BPOM, dan PIRT. Pertamina juga menghadirkan sesi coaching one by one secara offline sebagai ruang konsultasi bagi peserta untuk pengembangan usaha. Mereka bisa mendapatkan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi agar usahanya bisa semakin maju.
"Program UMK Academy 2025 ini diikuti oleh 1.490 peserta dan seluruhnya sedang mengikuti pelatihan di berbagai daerah di Indonesia. Khusus Regional Sumbagut, program ini berhasil diikuti oleh 218 UMK. Hari ini, sebanyak 30 UKM yang hadir secara offline dari seluruh peserta yang hadir secara hybrid mendapatkan kesempatan melakukan coaching one by one. Tujuannya agar bisnis yang dijalankan bisa semakin tumbuh dan berkembang," ungkap Fahrougi.
Kesempatan Ikut Pameran
Peserta yang beruntung juga berpeluang mendapatkan kesempatan untuk melakukan pameran agar penetrasi pasarnya meningkat. Pertamina juga menyediakan total hibah alat teknologi dengan total senilai ratusan juta rupiah bagi para peserta yang terpilih menjadi Champion Pertamina UMK Academy 2025.
"Program pengembangan UMKM ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya poin ketiga, yaitu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif. Maka dari itu, kami mendorong seluruh peserta UMK Academy untuk terus mengembangkan skala usahanya, meningkatkan kualitas produknya, dan penetrasi pasar agar semakin berdampak pada lingkungan dan perekonomian," cetusnya.