Hari Gajah Sedunia, BUMN Migas Sediakan Kebun Pakan Seluas Satu Hektare
Kawasan konservasi ini menjadi rumah aman bagi 7 ekor Gajah Sumatra.
Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Pematang Siantar berkomitmen terhadap pelestarian fauna satwa langka Gajah Sumatera melalui dukungan aktif pada program konservasi di Wisata Edukasi Aek Nauli, Sumatra Utara. Hal ini sekaligus dalam rangka dalam rangka Hari Gajah Sedunia,
Kawasan konservasi ini menjadi rumah aman bagi 7 ekor Gajah Sumatra (2 jantan dan 5 betina). Dukungan Pertamina Patra Niaga mencakup penyediaan kebun pakan gajah seluas 1 hektare, perawatan kesehatan rutin termasuk obat-obatan, serta pemeriksaan kesehatan melalui penimbangan gajah secara berkala. Selain itu, program ini juga mendorong edukasi masyarakat untuk hidup berdampingan dengan alam.
"Aek Nauli bukan hanya jalur menuju destinasi wisata Danau Toba, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai wisata edukasi dan lokasi konservasi flora-fauna langka. Dukungan kami di sini adalah wujud nyata komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati,” ujar Roberth Marchelino Verieza, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.
Ilham Pasaribu, Mahout atau Pawang Gajah di Aek Nauli, mengucapkan terima kasih atas kontribusi Pertamina Patra Niaga.
"Bantuan dari Fuel Terminal Pematang Siantar sangat besar manfaatnya bagi konservasi Gajah Sumatera ini. Salah satunya, kami sangat bersyukur dengan adanya kebun pakan gajah dan timbangan gajah sehingga perkembangan gajah bisa kami pantau dari pengukuran berat badan gajah yang kami timbang setiap bulannya, sekaligus mengenalkan ke masyarakat pentingnya hidup berdampingan dengan alam," ujarnya.
Pertamina Patra Niaga terus mengintegrasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan ke dalam setiap aspek bisnisnya, demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Sejarah Hari Gajah Sedunia
Hari Gajah Sedunia, atau World Elephant Day, diperingati setiap tanggal 12 Agustus. Hari Gajah Sedunia pertama kali dirayakan pada tahun 2012, setelah diinisiasi oleh Patricia Sims dan Michael Clark, bersama Yayasan Reintroduksi Gajah Thailand dan lebih dari 100 organisasi konservasi gajah di seluruh dunia.
Inisiatif ini sangat didukung oleh bintang film dan legenda Star Trek, William Shatner, yang menjadi narator film dokumenter Return to the Forest, sebuah film menarik berdurasi 30 menit tentang reintroduksi gajah Asia yang ditawan ke alam liar.
Motivasi Hari Gajah Sedunia yang pertama adalah untuk menarik perhatian terhadap nasib makhluk besar ini di seluruh populasi dan budaya seluruh dunia. Karena sifatnya yang menyenangkan dan cerdas, hewan darat terbesar di dunia ini dicintai di seluruh dunia. Namun, sayangnya, gajah juga tak luput dari berbagai ancaman terhadap kelangsungan hidup mereka.
Masalah Utama
Salah satu masalah utama dari hidup gajah adalah perdagangan gading. Saat ini, permintaan gading paling besar terjadi di Tiongkok, dengan harga gading yang sering kali melebihi harga emas, membuat gajah menjadi target yang lebih besar dari sebelumnya.
Apalagi dengan tingkat kemiskinan yang ekstrem di Afrika menjadikan ini sebagai cara untuk memperoleh harta karena sering kali mereka dapat memperoleh upah sebulan atau lebih dari gading seekor hewan, menjualnya di pasar internasional.
Lebih jauh lagi, bagian-bagian dunia yang membutuhkan gading, seperti Tiongkok, menjadi semakin kaya, yang berarti bahwa mereka dapat membayar lebih untuk gading. Faktor-faktor ini berpadu untuk menjadikan perburuan gajah sebagai salah satu kegiatan yang paling menguntungkan di dunia.