Fakta Unik Target UMKM Naik Kelas di Malang: Pemkot Bidik 4 Ribu Usaha Mikro Jadi Kecil pada 2025
Pemerintah Kota Malang punya target ambisius: 4 ribu UMKM naik kelas dari mikro ke kecil pada 2025. Bagaimana strategi Pemkot merealisasikan ambisi ini?
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah menetapkan target ambisius untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya. Sebanyak 4 ribu UMKM ditargetkan untuk naik kelas pada tahun 2025. Angka ini merepresentasikan 10 persen dari total 40 ribu UMKM yang saat ini beroperasi di Kota Malang.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menjelaskan definisi "UMKM naik kelas" dalam konteks target ini. Kenaikan kelas yang dimaksud adalah transformasi dari skala mikro menjadi skala kecil. Salah satu indikator utama untuk kenaikan kelas ini adalah ambang batas pemasukan tahunan, yakni sekitar Rp5 miliar per tahun.
Untuk mencapai target UMKM naik kelas tersebut, Diskopindag telah menyiapkan serangkaian strategi komprehensif. Upaya ini mencakup berbagai program pembinaan, edukasi, dan pelatihan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM lokal. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kota Malang.
Strategi Diskopindag Dorong UMKM Naik Kelas
Diskopindag Kota Malang secara aktif mengimplementasikan berbagai program untuk mendukung UMKM naik kelas. Pembinaan yang diberikan meliputi aspek manajemen usaha, kualitas produk, hingga strategi pemasaran. Edukasi dan pelatihan juga terus digalakkan untuk membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan pasar.
Hingga saat ini, upaya yang dilakukan telah menunjukkan hasil positif. Dari total 40 ribu UMKM di Kota Malang, sudah ada 100 UMKM yang berhasil naik kelas. Pencapaian ini menjadi bukti nyata efektivitas program yang dijalankan oleh Diskopindag.
Lebih membanggakan lagi, dari 100 UMKM yang telah naik kelas tersebut, 46 di antaranya berhasil menembus pasar internasional. Produk-produk yang diekspor sangat beragam, mulai dari makanan olahan seperti keripik kemasan hingga produk kriya. Saat ini, Diskopindag tengah menjajaki peluang pasar baru di Selandia Baru dan Timur Tengah untuk produk-produk UMKM Malang.
Dukungan Penuh Wali Kota Malang dan Akses Pasar Global
Peningkatan kelas UMKM menjadi salah satu konsentrasi utama Pemerintah Kota Malang di bawah kepemimpinan Wali Kota Wahyu Hidayat. Program "Malang Idrek" dan "Malang Ngopeni" merupakan wujud nyata komitmen Pemkot, yang juga termasuk dalam dasa bhakti kepemimpinannya. Program-program ini dirancang untuk memberikan dukungan penuh kepada UMKM.
Salah satu realisasi konkret dari dukungan ini adalah pembangunan pusat UMKM di Jalan Panglima Sudirman. Proyek ini merupakan hasil kerja sama dengan Asosiasi UMKM Nusantara Rakyat Sejahtera. Diharapkan, 10 persen dari UMKM di Kota Malang dapat terfasilitasi di pusat ini, dengan target pembangunan yang akan rampung dalam delapan bulan ke depan.
Selain itu, Pemkot Malang juga melibatkan pihak swasta untuk menyediakan akses pasar bagi produk UMKM. Salah satu contohnya adalah penyediaan satu lantai khusus untuk UMKM di salah satu pusat perbelanjaan. Pemkot juga memberikan bantuan alat produksi kepada pelaku UMKM, guna meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi mereka.
Beragam upaya ini diharapkan dapat meningkatkan branding Kota Malang sebagai salah satu pusat UMKM terkemuka di Indonesia. Dengan demikian, Kota Malang tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga destinasi utama bagi masyarakat yang mencari produk-produk UMKM berkualitas tinggi dan inovatif. Ini akan semakin memperkuat posisi Malang dalam peta ekonomi kreatif nasional.
Sumber: AntaraNews