Dukungan Energi Bersih, Australia Tawarkan Green Energy Fund ke Indonesia
Komitmen ini disampaikan Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite MP.
Pemerintah Australia menyatakan kesiapannya memperkuat peran dalam percepatan transisi energi Indonesia melalui kolaborasi di bidang teknologi, investasi, dan dukungan pembiayaan, sebagai bagian dari upaya mendorong energi bersih dan berkelanjutan.
Komitmen ini disampaikan Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite MP, yang menegaskan bahwa kedua negara memiliki keunggulan yang sejalan dalam pengembangan energi terbarukan, terutama tenaga surya.
"Kami ingin bekerja sama dengan negara seperti Indonesia untuk memperluas penggunaan teknologi itu melalui program investasi," kata Thistlethwaite dalam Media Briefing di kantornya Sydney, Australia, Selasa (18/11).
Wilayah Asia-Pasifik
Menurut Thistlethwaite, wilayah Asia-Pasifik memiliki salah satu tingkat penyinaran matahari tertinggi di dunia, yang menjadi modal besar bagi kedua negara untuk memperluas energi hijau.
"Ya. Dalam energi terbarukan, keunggulan utama kawasan kita adalah sinar matahari melimpah. Ini keunggulan kompetitif bagi kedua negara," ujarnya.
Peran University of New South Wales
Ia menyoroti peran University of New South Wales (UNSW) merupakan tempat lebih dari 80 persen teknologi panel surya global dikembangkan oleh Profesor Martin Green dan timnya.
"Tak jauh dari sini ada University of New South Wales, tempat 80% teknologi panel surya di dunia dikembangkan oleh Profesor Martin Green dan timnya. Kami bangga dengan itu, dan Australia telah memberi kontribusi besar dengan teknologi tersebut," jelasnya.
Komitmen Pembiayaan
Australia membuka peluang kerja sama teknologi tersebut melalui program investasi hingga fasilitas pembiayaan seperti Green Energy Fund serta skema pendanaan internasional lain yang berfokus pada Asia Tenggara dan Pasifik.
"Komitmen pada Green Energy Fund, dan dana internasional lainnya untuk membantu negara berkembang di Asia Tenggara dan Pasifik," ujarnya.
Dukungan itu dinilai penting untuk membantu negara berkembang, termasuk Indonesia, mengadopsi energi terbarukan dalam skala besar dan mempercepat target pengurangan emisi.
Potensi Lainnya yang akan dikembangkan
Selain panel surya, Australia juga melihat potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan lain di Indonesia seperti panas bumi dan angin.
Menurutnya, dengan pengalaman Australia dalam penerapan teknologi hijau dan kebijakan pendukung transisi energi, pemerintah Negeri Kanguru berharap kolaborasi ini dapat menciptakan ekosistem energi bersih yang berkelanjutan serta mendukung stabilitas energi di kawasan.
"Bidang lain adalah pengembangan mineral kritis. Indonesia memiliki banyak cadangan mineral tersebut. Australia juga. Australia sangat baik dalam menambang lalu mengirimkannya ke luar negeri untuk diproses menjadi produk jadi, lalu membelinya kembali. Indonesia juga mirip. Karena itu kami melihat peluang kerja sama untuk pemrosesan hilir," katanya.