Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite menyebut bahwa Pemerintah Australia siap untuk meningkatkan investasi ke Indonesia melalui pemanfaatan dana pensiun wajibnya yang mencapai sekitar AUD 4 triliun.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi baru pemerintah Australia untuk mendorong lembaga keuangannya lebih aktif berinvestasi di kawasan Asia Tenggara. Indonesia disebut sebagai salah satu negara prioritas berkat kebutuhan infrastruktur yang besar dan potensi ekonomi yang terus berkembang.
"Kami memiliki dana investasi yang sangat besar dalam sistem dana pensiun wajib, sekitar AUD 4 triliun," kata Thistlethwaite dalam Media Briefing di kantornya Sydney, Australia, Selasa (18/11).
Ia menyampaikan bahwa sebagian besar dana pensiun Australia selama ini dialokasikan ke Amerika Utara dan Eropa. Namun, pemerintah kini mengubah arah strategi dengan membuka peluang lebih besar bagi Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
"Dana ini biasanya diinvestasikan di Amerika Utara dan Eropa. Tapi kini kami memiliki strategi Asia Tenggara untuk mendorong dana pensiun dan lembaga keuangan berinvestasi di Asia Tenggara, terutama infrastruktur," ujarnya.
Advertisement
Menurutnya, imbal hasil dari proyek infrastruktur di kawasan ini kian menarik bagi investor institusi Australia. Strategi investasi baru ini tidak hanya menawarkan peluang bagi Australia, tetapi juga memberikan manfaat ganda bagi Indonesia.
Suntikan modal dari dana pensiun dapat mempercepat pembangunan infrastruktur vital yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Thistlethwaite menilai langkah ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia sekaligus memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
"Ini memberikan imbal hasil yang lebih baik bagi dana tersebut sekaligus membantu negara seperti Indonesia membangun infrastruktur lebih cepat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Advertisement
Thistlethwaite mengatakan, dengan mengalihkan sebagian kecil saja dari total AUD 4 triliun ke Indonesia dapat membawa dampak signifikan bagi pembangunan nasional.
Thistlethwaite menegaskan bahwa strategi ini bukan sekadar kebijakan investasi, melainkan bagian dari upaya memperdalam hubungan ekonomi antara Australia dan negara-negara Asia Tenggara.
"Tugasnya adalah meningkatkan peluang investasi. Jadi, ada dua area pertumbuhan: tinjauan perjanjian dagang dan peluang investasi baru. Saya ingin menindaklanjuti itu," pungkasnya.inv